Saham Bank of India Indonesia (BSWD) Masuk HSC, Pengendali dan Afiliasi Kuasai 99,95 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSDW) sebagai saham HSC.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) sebagai saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi oleh pemegang saham tertentu atau high shareholding concentration (HSC).
Direktur BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, penetapan tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas saham bank yang sebelumnya bernama Bank Swadesi itu.
Bursa menemukan kepemilikan BSWD oleh pemegang saham tertentu, baik warkat maupun nonwarkat mencapai 99,95 persen dari total saham yang diterbitkan perseroan. Hal itu didasarkan pada data terbaru 2 Oktober 2026.
"Pengumuman ini tidak serta menunjukkan pelanggaran terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku di pasar modal," katanya dalam pengumuman, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan laporan bulanan yang disampaikan perseroan, Bank of India tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 90,96 persen. Sementara saham publik (free float) tercatat sebesar 7,68 persen.
Sementara mengacu data KSEI yang membuka kepemilikan di bawah 5 persen, terungkap adanya pemegang saham atas nama PT Panca Mantra Jaya (PMJ) yang memiliki 4,99 persen saham dan individu atas nama Deepak Chugani dengan kepemilikan 1,68 persen.
Bank of India merupakan bank milik pemerintah India yang mengakuisisi saham BSWD pada 2007 dari konglomerat keturunan India-Indonesia, Rupchand Chugani. Pada 1984, Chugani mengambil alih Bank Swadesi dari tangan sejumlah pengusaha lokal Surabaya.
Saham BSWD disuspensi BEI sejak 5 Oktober 2026. Keputusan itu dilakukan setelah sahamnya menyentuh batas auto reject atas (ARA) selama empat hari beruntun dengan kenaikan 142 persen ke Rp3.600 per saham.
(Rahmat Fiansyah)