Saham BBRI-BBCA Cs Jadi Motor Penguatan IHSG Sepekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 0,83 persen sepanjang pekan ini setelah mengakhiri perdagangan Jumat (10/7/2026) di level 5.924,36.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 0,83 persen sepanjang pekan ini setelah mengakhiri perdagangan Jumat (10/7/2026) di level 5.924,36, menguat 0,20 persen.
Penguatan tersebut mengakhiri pelemahan yang terjadi dalam dua pekan sebelumnya.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama kenaikan indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 2,95 persen sepanjang pekan ke level Rp2.790 per unit dan memberikan kontribusi 11,71 poin terhadap penguatan IHSG.
Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,07 persen menjadi Rp6.175 per unit dan menyumbang 11,05 poin ke indeks.
Sementara itu, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melonjak 4,78 persen ke Rp198.850 per unit dengan kontribusi 9,25 poin.
Penguatan signifikan juga datang dari PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) yang melesat 11,11 persen, memberikan tambahan 8,77 poin terhadap IHSG.
Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 9,09 persen dengan kontribusi 7,84 poin, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 1,75 persen dan menyumbang 5,71 poin.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga menopang indeks setelah menguat 5,23 persen dengan kontribusi 5,61 poin.
Dari sektor energi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 11,63 persen dan memberikan kontribusi 3,20 poin terhadap IHSG.
Sementara itu, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menguat 10,00 persen dengan sumbangan 3,05 poin.
Kemudian, PT Bank Jago Tbk (ARTO) menjadi penutup daftar penggerak utama setelah melonjak 23,37 persen, berkontribusi 1,84 poin terhadap kenaikan IHSG.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih cenderung terbatas.
Secara teknikal, indeks telah ditutup di atas rata-rata pergerakan (MA) 5 hari dan 10 hari, namun masih berada di bawah MA-20. Stochastic RSI telah membentuk death cross, sementara histogram MACD masih bertahan di area positif.
Karena itu, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000 pada pekan depan.
Dari sisi sentimen, harga minyak mentah masih melanjutkan pelemahan tipis seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global akan turun untuk pertama kalinya sejak 2020 pada tahun ini akibat gangguan terhadap fasilitas produksi dan ekspor di kawasan Timur Tengah.
Sementara dari dalam negeri, data penjualan mobil Indonesia menunjukkan perbaikan.
Penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi 77.550 unit, setelah naik 14 persen pada Mei.
Secara kumulatif semester I-2026, penjualan mencapai 436.564 unit, atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Phintraco memperkirakan tren positif tersebut masih berlanjut seiring sejumlah pameran dan agenda penjualan otomotif dalam beberapa bulan mendatang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.