Saham BIPI dan SOCI Masuk Papan Pemantauan Khusus
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ke dalam papan pemantauan khusus.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ke dalam papan pemantauan khusus. Hal ini seiring keputusan pencabutan suspensi atas kedua saham tersebut.
Dengan perpindahan papan itu, maka saham BIPI dan SOCI kini diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Dengan kata lain, perdagangan kedua saham itu hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu saja.
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 22 Januari 2026," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam pengumuman, Rabu (21/1/2026).
Saham BIPI dan SOCI dipindahkan ke papan FCA karena kriteria 10. Sesuai aturan BEI, saham terkena suspensi selama lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan akan ditempatkan ke dalam papan pemantauan khusus.
Saham BIPI melesat tajam pada awal 2026 di mana sejak awal tahun kenaikannya mencapai 135 persen. Manajemen BIPI mengaku tidak mengetahui alasan material di balik penguatan harga saham perseroan. Namun, kenaikan itu dinilai murni mekanisme pasar.
"Manajemen perseroan menilai penyebab dari pergerakan harga saham perseroan dipengaruhi oleh mekanisme pasar, termasuk sentimen industri, serta faktor eksternal lainnya yang berada di luar kendali perseroan," kata Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman.
Senada, saham SOCI juga melejit pada awal tahun ini seiring kenaikan harga saham-saham perkapalan. Direktur & Sekretaris Perusahaan SOCI, Paula Marlina menilai, saat ini ada antusiasme terhadap saham-saham perkapalan, khususnya sektor pelayaran tanker seiring kenaikan IHSG.
Paula mengatakan, kenaikan saham SOCI hingga 40 persen sejak awal 2026 membuat valuasi perseroan berubah, baik dari sisi Price-to-Earning Ratio (PER) maupun Price-to-Book Value Ratio (PBVR). Hal ini sejalan dengan kenaikan valuasi pasar pada saham-saham sektor pelayanan tanker.
Menurutnya, kondisi stabilnya permintaan penyewaan kapal tanker menjadi alasan bagi pelaku pasar berinvestasi di saham emiten pelayaran tanker. Namun, dia tetap meminta pelaku pasar untuk memperhatikan kewajaran atas harga saham perseroan sesuai dengan kinerja fundamentalnya.
"Perseroan menyampaikan agar pelaku pasar tetap memperhatikan faktor risiko dalam membuat kebijakan investasi pada saham perseroan," kata Marlina.
(Rahmat Fiansyah)