MARKET NEWS

Saham BUMI-PTRO Jatuh Berhari-hari, Peluang Masuk MSCI Masih Terbuka?

TIM RISET IDX CHANNEL 23/01/2026 10:38 WIB

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang masuk radar rebalancing indeks global MSCI Februari mendatang justru tertekan.

Saham BUMI-PTRO Jatuh Berhari-hari, Peluang Masuk MSCI Masih Terbuka? (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang masuk radar rebalancing indeks global MSCI Februari mendatang justru tertekan. Seberapa besar peluang keduanya untuk lolos ke dalam indeks tersebut?

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.26 WIB saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,72 persen ke level Rp342 per saham, setelah sehari sebelumnya anjlok 9,84 persen. Secara mingguan, saham BUMI telah tergerus 16,59 persen.

Senada, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga tertekan dan sempat menyentuh auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 14,85 persen ke level Rp9.175 per saham. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan PTRO menjadi lima hari berturut-turut, dengan koreksi mencapai 28,88 persen dalam sepekan terakhir.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan probabilitas BUMI dan PTRO untuk masuk ke indeks global MSCI Standard Cap dalam rebalancing mendatang masih sangat bergantung pada pergerakan harga saham hingga akhir periode observasi.

Cutoff dari MSCI berada di range 298-310. Maka secara data, jika BUMI mempertahankan area di atas cutoff hingga akhir Januari, maka BUMI masih eligible untuk masuk Standard Cap MSCI,” ujar Michael.

Namun, kondisi berbeda berlaku bagi PTRO. Menurut dia, mekanisme observasi MSCI justru membuat peluang saham ini lebih rentan terhadap fluktuasi harga harian.

“Untuk PTRO, selama 10 hari observasi akan dipilih satu hari secara acak. Jika pada hari tersebut berada di area di bawah 11.500, maka PTRO akan tidak masuk pada periode Februari ini,” imbuh dia.

Sebelumnya, Michael menjelaskan bahwa tekanan pada sejumlah saham konglomerat, terutama BUMI dan PTRO, tidak semata-mata bersifat teknikal.

“Perlu ditekankan bahwa pada 30 Januari 2026 akan ada pengumuman terhadap metode perhitungan free float (FF) oleh MSCI yang akan diimplementasikan secara bertahap hingga Mei 2026,” demikian Michael menjelaskan, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, faktor tersebut dapat menjadi sentimen tambahan di luar dinamika pergerakan harga yang sudah terjadi sebelumnya.

Informasi saja, Indo Premier menempatkan BUMI sebagai kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk MSCI Standard Cap, disusul oleh PTRO. Saat ini, kedua saham tersebut telah tercatat sebagai konstituen MSCI IMI (Investable Market Index) dan MSCI Small Cap Index.

Pandangan serupa juga disampaikan Trimegah Sekuritas, yang menjagokan BUMI dan PTRO dalam rebalancing MSCI terdekat.

Sementara itu, CLSA Sekuritas memprediksi komposisi MSCI Indonesia Standard Cap akan diisi oleh BUMI dan PT MD Entertainment Tbk (FILM). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE