MARKET NEWS

Saham DOOH-INET Cs Kompak Terbang, Simak Katalisnya

TIM RISET IDX CHANNEL 18/08/2026 11:14 WIB

Saham emiten infrastruktur digital kompak melesat pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penggeraknya adalah PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).

Saham DOOH-INET Cs Kompak Terbang, Simak Katalisnya. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham emiten infrastruktur digital kompak melesat pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penggeraknya adalah PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) yang baru saja resmi berganti pengendali.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.52 WIB, saham DOOH melonjak 16,33 persen ke level Rp342 per unit. Kenaikan itu diikuti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang terbang lebih tinggi, yakni 23,93 persen ke Rp290 per unit.

Dua saham lain di sektor sejenis turut terangkat, meski dengan besaran lebih moderat. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) naik 5,56 persen, sementara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menguat 8,53 persen.

Katalis utama reli DOOH adalah rampungnya proses pengambilalihan saham perseroan oleh PT Sinergi Internasional Investama (SII).

Dalam keterbukaan informasi ke BEI, SII resmi menjadi pengendali baru DOOH setelah menuntaskan akuisisi 51 persen saham perseroan.

SII mengambil alih 3,946 miliar saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses dengan nilai transaksi Rp197,34 miliar, atau setara Rp50 per saham.

Harga itu jauh di bawah harga pasar DOOH kala itu yang berada di kisaran Rp236, sehingga transaksi sempat menarik perhatian pelaku pasar karena preminya yang tak lazim.

Sebagai pengendali baru, SII wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib (PTW) atas sisa saham publik DOOH, sesuai ketentuan POJK Nomor 9/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Manajemen SII menyatakan akuisisi ini ditujukan untuk investasi sekaligus pengembangan usaha DOOH yang selama ini bergerak di bidang periklanan luar ruang digital.

SII sendiri tercatat baru berdiri pada 17 Juli 2026 berdasarkan Akta Pendirian No. 6, dengan lini usaha di bidang perdagangan, konsultasi manajemen dan bisnis, periklanan, serta aktivitas perusahaan induk.

Hingga saat ini SII masih berfungsi sebagai perusahaan induk dan belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Sebelum transaksi, SII menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan DOOH.

Penelusuran keterbukaan informasi menunjukkan bahwa 99,9 persen saham SII dimiliki oleh Tinawati, dengan sisa 0,1 persen di tangan Sugiyanti. Tinawati inilah yang tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) SII, sekaligus atas saham DOOH pasca akuisisi.

Nama Tinawati bukan orang baru di bursa. Ia juga tercatat sebagai pemilik manfaat di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), meski dengan kepemilikan langsung yang kecil, sekitar 0,29 persen.

Sebelumnya, Tinawati juga diketahui melepas 45 persen sahamnya di PT Investasi Sukses Bersama, pemegang saham pengendali WIFI, kepada PT Arsari Sentra Data milik Hashim Djojohadikusumo pada akhir 2024.

Selama ini, saham DOOH, INET, dan WIFI memang kerap disebut dalam satu ‘paket’ oleh pelaku pasar karena irisan bisnis yang saling menopang, mulai dari WIFI sebagai penyedia internet, INET sebagai penyedia infrastruktur jaringan fiber optik, hingga DOOH yang berperan di sisi pemasaran digital dan periklanan luar ruang. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE