MARKET NEWS

Saham DSSA Turun Lagi, Merah 7 Hari Beruntun Efek FTSE dan MSCI

TIM RISET IDX CHANNEL 25/05/2026 09:54 WIB

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali ambruk pada perdagangan Senin (25/5/2026), memperpanjang tren penurunan menjadi tujuh hari beruntun.

Saham DSSA Turun Lagi, Merah 7 Hari Beruntun Efek FTSE dan MSCI. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali turun pada perdagangan Senin (25/5/2026), memperpanjang tren penurunan menjadi tujuh hari beruntun di tengah tekanan berlapis dari keluarnya saham tersebut dari indeks global FTSE Russell dan MSCI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.42 WIB, saham DSSA merosot 5,50 persen ke level Rp515 per saham.

Nilai transaksi tercatat Rp45,72 miliar dengan volume perdagangan mencapai 89,02 juta saham.

Tekanan jual terhadap saham Grup Sinarmas itu makin dalam setelah FTSE Russell resmi mengumumkan penghapusan DSSA dari FTSE Global Equity Index Series dalam review Juni 2026. DSSA dikeluarkan dari kategori FTSE Global Large Cap Index efektif mulai 22 Juni 2026.

Langkah tersebut memperpanjang sentimen negatif yang sebelumnya sudah dipicu oleh keputusan MSCI mencoret DSSA bersama lima saham Indonesia lainnya dari MSCI Standard Index akibat isu likuiditas dan konsentrasi kepemilikan saham atau high shareholding concentration (HSC).

Pasar menilai keluarnya DSSA dari dua indeks global utama itu berpotensi memicu arus keluar dana asing, terutama dari investor institusi dan reksa dana pasif yang menjadikan FTSE maupun MSCI sebagai acuan portofolio investasi.

Dalam sepekan terakhir, saham DSSA telah anjlok 50,24 persen. Sementara secara bulanan, koreksinya mencapai 74,75 persen dan membawa harga saham ke level terendah sejak Mei 2024.

Selain DSSA, FTSE Russell juga menghapus tiga saham Indonesia lainnya dari indeks globalnya, yakni PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). DAAZ, HILL, dan MLIA dikeluarkan dari FTSE Global Micro Cap Index dalam rebalancing yang efektif pada 22 Juni 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE