MARKET NEWS

Saham ERAA Terbang 15 Persen, Buyback Rp500 Miliar hingga Momentum iPhone 18 Pro Jadi Sorotan

TIM RISET IDX CHANNEL 03/09/2026 12:13 WIB

Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melesat belasan persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026), di tengah sentimen positif.

Saham ERAA Terbang 15 Persen, Buyback Rp500 Miliar hingga Momentum iPhone 18 Pro Jadi Sorotan. (Foto: iBox)

IDXChannel – Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melesat belasan persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026), di tengah sentimen positif dari rencana buyback saham senilai hingga Rp500 miliar serta ekspektasi peluncuran generasi iPhone terbaru.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I, saham ERAA naik 15,38 persen ke level Rp600 per unit.

Nilai transaksi mencapai Rp196,50 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 348,8 juta saham.

Dalam sepekan terakhir, saham perseroan yang terafiliasi dengan keluarga taipan Sugianto Kusuma atau Aguan itu telah melonjak 28,21 persen, sementara dalam sebulan terakhir menguat 42,86 persen.

Sentimen utama datang dari rencana perseroan melakukan pembelian kembali atau buyback saham.

Menurut analisis MNC Sekuritas, Kamis (3/9), ERAA menyiapkan anggaran maksimal Rp500 miliar untuk aksi tersebut, atau lima kali lebih besar dibandingkan alokasi buyback sebelumnya.

Program buyback akan berlangsung pada 4 September hingga 4 Desember 2026 dengan jumlah maksimal mencapai 797,5 juta saham atau setara 5,0 persen dari total modal disetor.

MNC Sekuritas menilai peningkatan anggaran buyback tersebut dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan saham ERAA karena memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap harga saham di pasar sekunder.

Pendanaan buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Likuiditas ERAA dinilai tetap terkendali, ditopang posisi kas dan setara kas sebesar Rp1,31 triliun pada semester I-2026.

Selain buyback, menurut MNC Sekuritas, prospek bisnis ERAA pada semester II-2026 juga berpotensi mendapat dorongan dari peluncuran produk-produk baru atau new product innovations (NPI).

Momentum tersebut menjadi perhatian pasar mengingat Apple dijadwalkan menggelar acara produk terbarunya pada 9 September 2026 di Amerika Serikat (AS).

Dalam agenda tersebut, Apple secara luas diperkirakan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, serta perangkat lipat pertamanya yang masih dirumorkan menggunakan nama iPhone Ultra.

Namun, nama dan seluruh perangkat yang akan diperkenalkan Apple masih perlu menunggu konfirmasi resmi dalam acara tersebut.

Untuk pasar AS, iPhone 18 Pro diperkirakan mulai tersedia pada 18 September 2026. Pre-order diperkirakan dibuka lebih awal, dengan sejumlah laporan memperkirakan jadwalnya bergeser menjadi 12 September.

Sementara itu, waktu peluncuran komersial iPhone Ultra masih lebih belum pasti karena perangkat lipat tersebut disebut menghadapi keterbatasan produksi awal.

Untuk Indonesia, hingga Kamis (3/9), belum terdapat pengumuman resmi mengenai jadwal penjualan iPhone 18 Pro maupun perangkat yang dirumorkan sebagai iPhone Ultra.

Dengan demikian, waktu masuknya produk tersebut ke pasar domestik masih perlu menunggu pengumuman Apple dan mitra distribusinya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE