MARKET NEWS

Saham Haji Isam Gerak Liar, Intip Rapor Keuangan JARR hingga PGUN

TIM RISET IDX CHANNEL 24/08/2026 09:23 WIB

Saham yang terafiliasi dengan Haji Isam kembali bergerak liar pada perdagangan awal pekan ini.

Saham Haji Isam Gerak Liar, Intip Rapor Keuangan JARR hingga PGUN. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham yang terafiliasi dengan Haji Isam kembali bergerak liar pada perdagangan awal pekan ini.

Penguatan terjadi di tengah sorotan pasar terhadap rumor rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026) pukul 09.14 WIB, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melesat 5,21 persen ke level Rp3.230 per unit. Dalam sepekan, saham emiten perkebunan sawit tersebut telah mendaki 60,20 persen.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang terkerek 5,76 persen ke Rp10.100 per unit. Dalam sepekan, PGUN terbang 32,03 persen.

Setali tiga uang, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 2,20 persen. Dalam sepekan, saham TEBE telah menguat 30,18 persen.

Sementara itu, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang juga terafiliasi dengan Haji Isam naik 2,59 persen. Dalam sepekan, saham PACK mendaki 33,78 persen.

Berbeda arah, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 1,60 persen pada perdagangan pagi ini, seiring aksi ambil untung setelah sebelumnya turut menjadi sorotan akibat rumor akuisisi.

Pergerakan saham-saham tersebut terjadi setelah beredar kabar mengenai rencana Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya untuk mengakuisisi sekitar 62 persen saham BYAN.

Rumor tersebut mencuat setelah Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI), Norman Joesoef, terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Meski demikian, rumor tersebut telah dibantah atau setidaknya belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak terkait.

Manajemen PGUN dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Kamis (20/8) menyatakan perseroan tidak mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi terkait pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan BYAN.

Sebelumnya, Jhonlin Agro juga membantah kabar mengenai rencana akuisisi sekitar 62 persen saham BYAN oleh Haji Isam.

Dari sisi BYAN, manajemen Bayan dalam surat kepada BEI tertanggal 18 Agustus 2026 juga menyatakan belum mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana informasi yang beredar di media.

Intip Rapor Keuangan Emiten Haji Isam

Di tengah lonjakan harga saham tersebut, fundamental sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam justru menunjukkan kinerja yang beragam.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas dalam riset tertanggal 18 Agustus 2026, berdasarkan laporan keuangan Semester I-2026 dibandingkan Semester I-2025, tiga emiten yakni TEBE, PGUN, dan JARR masih mencatat penurunan laba bersih.

TEBE membukukan laba bersih sekitar Rp20 miliar pada Semester I-2026, turun 26,2 persen dibandingkan Rp27,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, laba bersih PGUN tercatat Rp44 miliar, merosot 47 persen secara tahunan dibandingkan Rp83 miliar pada Semester I-2025.

Sementara itu, JARR mencatat laba bersih Rp159 miliar pada Semester I-2026, relatif stabil meski turun tipis 1,2 persen dari Rp161 miliar pada Semester I-2025.

Di sisi lain, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menunjukkan perbaikan kinerja. Kerugian bersih FAST menyempit 59 persen secara tahunan menjadi Rp57 miliar pada Semester I-2026, dari rugi Rp139 miliar pada Semester I-2025. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE