MARKET NEWS

Saham HSC Keluar dari Perhitungan Indeks, BEI Optimistis Tak Sebabkan IHSG Turun Drastis

Iqbal Dwi Purnama 26/10/2026 13:33 WIB

Berdasarkan hasil backtest atau pada masa pengujian sebelum implementasi kebijakan tersebut, memang tidak mengakibatkan lonjakan terhadap IHSG maupun penurunan.

Saham HSC Keluar dari Perhitungan Indeks, BEI Optimistis Tak Sebabkan IHSG Turun Drastis. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan kebijakan mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks tidak akan menyebabkan penurunan drastis terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Jeffrey mengatakan, berdasarkan hasil backtest atau pada masa pengujian sebelum implementasi kebijakan tersebut, memang tidak mengakibatkan lonjakan terhadap IHSG maupun penurunan yang dalam terhadap IHSG. Namun, inisiatif ini perlu diambil untuk mencerminkan IHSG yang lebih kredibel.

"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan menyebabkan penurunan drastis. Sama seperti saat ini mengeluarkan saham dari indeks utama," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (26/10/2026).

Jeffrey menambahkan, bobot saham HSC dalam indeks akan didistribusikan kepada saham-saham lain di dalam konstituen indeks. Adapun bobot saham HSC dalam perhitungan IHSG diperkirakan mencapai 18 persen, terdiri dari 80 saham yang saat ini terindikasi HSC.

"Kami sudah melakukan backtest, dengan pengeluaran saham-saham HSC, tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita," ujarnya 

Sebelumnya, BEI mengeluarkan dua inisiatif baru pasca pengumuman MSCI soal konsultasi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market. Kedua inisiatif ini antara lain mempublikasikan nama pemegang saham di atas 1 persen yang ditambahkan penanda apakah terafiliasi dengan sebuah emiten dimaksud atau tidak.

Sementara inisiatif kedua, mengeluarkan saham-saham yang dikategorikan sebagai HSC dari perhitungan IHSG. Sebab sebelumnya saham-saham HSC hanya dikeluarkan dari indeks utama, dan masih masuk dalam perhitungan indeks, sehingga masih berpengaruh terhadap pergerakan Indeks. 

"Kami akan menyampaikan lagi 2 inisiatif baru, pertama dalam publikasi nama pemegang shama 1 persen, akan kami tambah keterangan apakah terafiliasi atau tidak. Kedua, kami mengeluarkan seluruhnya saham HSC dalam (perhitungan) IHSG," ujarnya.

Jeffrey mengatakan, penambahan kedua aturan baru ini diharapkan mampu memberikan data pasar yang lebih berintegritas dan mampu memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Meski demikian, dia belum menyebut mulai kapan kebijakan ini akan diterapkan. BEI akan menyampaikan lebih lanjut mengenai ketentuan baru ini dalam beberapa waktu mendatang. 

"Ke depan saham HSC itu akan dikeluarkan dalam perhitungan IHSG. Tetap diperdagangkan, tapi harganya tidak pengaruhi IHSG," ujarnya. 

(NIA DEVIYANA)

SHARE