Saham ITMG Turun, Investor Respons Negatif Laba Jeblok di Semester I-2024
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi hingga penutupan sesi I, Rabu (14/8/2024) seiring investor tak puas dengan laporan keuangan teranyar.
IDXChannel – Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi hingga penutupan sesi I, Rabu (14/8/2024) seiring investor tak puas dengan laporan keuangan teranyar emiten tambang batu bara tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ITMG melemah 2,14 persen ke Rp26.250 per saham hingga istirahat siang, usai sempat tiba-tiba turun 2,98 persen di awal perdagangan tadi pagi.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp30,10 miliar dan volume perdagangan 1,15 juta saham.
Saham ITMG sendiri sebenarnya sempat menguat lima hari beruntun sejak Rabu (7/8) pekan lalu sehingga penurunan hari ini tetap membuat kinerja mingguan masih positif, yakni sebesar 1,72 persen, di tengah tren kenaikan jangka pendek harga batu bara.
Secara teknikal, dalam chart harian, kini ITMG berada di area support 26.200-26.000 dan berusaha menguji area resistance terdekat di 26.425-26.500.
Diberitakan sebelumnya, ITMG membukukan laba bersih USD129,07 juta pada semester I-2024 atau turun 57,9 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Ini membuat laba per saham dasar ITMG terkoreksi menjadi USD0,11 per saham, dari semula USD0,27 per saham.
Kinerja ini terjadi seiring penurunan penjualan batu bara. Hingga akhir Juni 2024, pendapatan usaha ITMG anjlok 19,21 persen yoy mencapai USD1,04 miliar.
“Pendapatan turun karena penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara,” kata manajemen seperti dikutip, Selasa (13/8).
Beban pokok ikut merosot seiring penurunan pendapatan, sehingga menyisakan laba sebelum pajak mencapai USD168,95 juta, demikian menurut laporan keuangan yang diunggah di keterbukaan informasi.
Dari sisi neraca, total aset merosot 1 persen hingga 30 Juni 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 menjadi USD2,16 miliar, sejalan dengan penurunan utang dan modal.
Posisi kas dan setara kas akhir Juni mencapai USD876,63 juta, bertambah sekitar USD30an juta seiring aktivitas operasional. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.