MARKET NEWS

Saham Koleksi Lo Kheng Hong (PGAS) Diam-Diam Naik Didukung Prospek 2026

TIM RISET IDX CHANNEL 12/02/2026 11:28 WIB

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dalam tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir, ditopang prospek kinerja yang dinilai semakin solid pada 2026.

Saham Koleksi Lo Kheng Hong (PGAS) Diam-Diam Naik Didukung Prospek 2026. (Foto: PGN)

IDXChannel – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dalam tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir, ditopang prospek kinerja yang dinilai semakin solid pada 2026.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.11 WIB, saham PGAS diperdagangkan di level Rp2.240 per unit, membukukan kenaikan 13,42 persen dalam sebulan terakhir dan melesat 27,64 persen dalam 3 bulan belakangan.

Investor asing tercatat membukukan beli bersih (net buy) Rp124,33 miliar dalam sebulan.

PGAS dinilai berpeluang membukukan kinerja yang lebih kuat pada 2026. Hal itu disampaikan analis CGS International, dikutip Dow Jones Newswires pada 23 Januari 2026, usai menggelar pertemuan dengan manajemen perseroan.

Manajemen PGAS memproyeksikan pendapatan dan margin distribusi gas meningkat tahun ini. Pendorong utamanya berasal dari pelanggan non-subsidi, terutama segmen pusat data (data center) yang permintaannya terus tumbuh.

Dari sisi operasional, PGAS menargetkan pertumbuhan volume niaga dan transmisi gas sebesar 4 persen. Target tersebut akan ditopang oleh tambahan pasokan dari wilayah baru serta akuisisi pelanggan baru.

Untuk mengantisipasi penurunan pasokan gas pipa, perseroan berencana mendatangkan 22 kargo liquefied natural gas (LNG) sepanjang tahun ini. Sebanyak 14 kargo di antaranya telah diamankan.

Sejalan dengan prospek tersebut, CGS International menaikkan target harga saham PGAS menjadi Rp2.250 dari sebelumnya Rp1.850. Rekomendasi dipertahankan pada level add.

Ada LKH hingga BlackRock

Nama investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) tercatat dalam daftar 20 besar pemegang saham PGAS per 31 Januari 2026. Ia menggenggam 210.388.300 saham atau setara 0,87 persen kepemilikan.

Dengan porsi tersebut, Lo Kheng Hong berada di antara deretan institusi global papan atas yang juga mengoleksi saham PGAS. Sejumlah nama besar seperti BlackRock (1,05 persen), Vanguard (1,55 persen), iShares (1,60 persen), hingga UBS Group (0,84 persen) tercatat sebagai pemegang saham asing.

Tak hanya itu, State Street, Wisdomtree, Artemis, hingga California State Teachers Retirement System juga masuk dalam jajaran investor institusi yang menempatkan dana di emiten gas pelat merah tersebut.

Di dalam negeri, kepemilikan terbesar masih dipegang PT Pertamina (Persero) dengan 56,96 persen saham. Disusul BPJS Ketenagakerjaan sebesar 4,65 persen dan Panin Sekuritas 1,81 persen.

Masuknya Lo Kheng Hong, yang dikenal sebagai investor nilai atawa value investor, ke dalam barisan pemegang saham PGAS bersama institusi global menambah sorotan terhadap saham ini. Kehadirannya kerap dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan. (Aldo Fernando)

SHARE