Saham Medco Energi (MEDC) Dinilai sebagai Proksi Taktis di Sektor Minyak
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dinilai berpotensi menjadi proksi (proxy) taktis sektor minyak dan gas di Indonesia.
IDXChannel – Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dinilai berpotensi menjadi proksi (proxy) taktis sektor minyak dan gas di Indonesia, seiring prospek harga energi yang diperkirakan bertahan tinggi dalam jangka lebih lama.
Analis Bahana Sekuritas, Abdusshomad Cakra Buana, dalam risetnya menyebut, pada pertengahan April 2026, Medco berada dalam posisi yang solid untuk menangkap peluang kenaikan harga minyak.
Hal ini tercermin dari proyeksi kinerja operasional yang tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Bahana memperkirakan EBITDA Medco akan tumbuh sekitar 20 persen pada 2026, dengan pertumbuhan berkelanjutan di kisaran 5 persen per tahun hingga 2028.
Proyeksi ini didukung oleh ekspektasi harga minyak global yang relatif stabil di level tinggi.
Dalam skenario dasar, harga minyak mentah Brent diperkirakan berada di kisaran USD85 per barel pada 2026. Dengan asumsi tersebut, harga jual rata-rata (ASP) Medco diproyeksikan meningkat hingga 26 persen tahun ini.
Kenaikan tersebut antara lain ditopang kontribusi yang lebih besar dari Blok Corridor, yang menjadi salah satu aset utama perseroan dalam menopang produksi.
Sejalan dengan prospek tersebut, Bahana Sekuritas memulai peliputan saham MEDC dengan rekomendasi beli dan menetapkan target harga di level Rp2.200 per unit.
Dari pergerakan pasar terbaru, Kamis (23/4/2026), saham MEDC menguat 3,24 persen ke Rp1.755 per unit.
Kabar terbaru dari perseroan, MEDC kembali menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai USD200 juta atau setara Rp3,4 triliun (kurs Rp17.000 per USD).
Surat utang ini diterbitkan oleh Medco Cypress Tree Pte Ltd selaku anak usaha yang seluruhnya sahamnya dimiliki oleh MEDC melalui Medco Strait Services Pte Ltd.
Dalam keterbukaan informasi Kamis (9/4/2026), obligasi tersebut menawarkan tingkat bunga 8,625 persen dengan harga penerbitan sebesar 103,072 persen dan diterbitkan di luar wilayah Indonesia dan tunduk pada ketentuan Regulation S berdasarkan US Securities Act.
Kabar lainnya, MEDC lewat anak usahanya, Medco Asia Pacific Ltd resmi menandatangani kontrak kerja sama berupa Production Sharing Contract (PSC) dengan Petronas di Blok Cendramas, Lepas Pantai Malaysia.
Penandatanganan yang dilakukan sejumlah pihak terkait tersebut dilakukan pada 31 Maret 2026, sedangkan PSC akan berlaku efektif mulai 23 September 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.