MARKET NEWS

Saham Migas Kembali Bersinar, ENRG Melaju Paling Kencang

TIM RISET IDX CHANNEL 13/04/2026 11:28 WIB

Saham sektor minyak dan gas (migas) menguat pada Senin (13/4/2026) seiring lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level USD100 per barel.

Saham Migas Kembali Bersinar, ENRG Melaju Paling Kencang. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham sektor minyak dan gas (migas) menguat pada Senin (13/4/2026) seiring lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level USD100 per barel, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.20 WIB, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melompat 10,85 persen ke Rp1.890 per unit, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melejit 5,47 persen menjadi Rp1.640 per unit.

Kemudian, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) terkerek 4,35 persen, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) 4,12 persen, PT Ruis Utama Interinsco Tbk (RUIS) 2,59 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 2,16 persen.

Tidak ketinggalan, duo PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) masing-masing terapresiasi 2,73 persen dan 0,89 persen.

Harga minyak global kembali melonjak dan berpotensi tetap sensitif terhadap perkembangan berita dalam jangka pendek, seiring pasar kembali dipengaruhi faktor geopolitik.

Senior market analyst Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, dalam catatannya menyebut, pasar minyak kini kembali fokus pada risiko geopolitik setelah harga menembus kembali level psikologis USD100 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah perundingan gencatan senjata gagal mencapai kesepakatan yang berkelanjutan, yang kemudian diikuti langkah Amerika Serikat (AS) memperketat pembatasan maritim terhadap kapal-kapal yang bergerak menuju dan dari pelabuhan Iran.

“Reaksi pasar menegaskan satu kenyataan sederhana namun kuat: risiko Selat Hormuz bukanlah sesuatu yang teoretis, melainkan struktural dan nyata,” ujar Sachdeva, dikutip Dow Jones Newswires, Senin (13/4).

Di pasar berjangka (futures), kontrak minyak WTI bulan depan tercatat melonjak 8,7 persen ke posisi USD104,95 per barel, sementara Brent menguat 7,3 persen ke USD102,16 per barel. Lonjakan ini menandai kembalinya premi risiko geopolitik ke pasar energi global. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE