Saham Nvidia dkk Tekan Wall Street, Nasdaq Anjlok 1,98 Persen
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan seluruh indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen.
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan seluruh indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen. Pelemahan dipicu aksi ambil untung pada saham teknologi, kekhawatiran konflik AS-Iran, serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 953,33 poin atau 1,87 persen ke 49.918,78. S&P 500 merosot 119,66 poin atau 1,62 persen ke 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite jatuh 509,32 poin atau 1,98 persen ke 25.169,50.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Indeks semikonduktor anjlok 3,6 persen dengan saham Nvidia dan Broadcom menjadi pemberat utama bagi S&P 500. Sektor teknologi S&P 500 kini telah turun 11 persen dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni, sehingga masuk ke wilayah koreksi.
Ahli strategi investasi US Bank Wealth Management, Tom Hainlin menilai investor masih melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham teknologi yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Dia mengatakan pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi setelah sejumlah data ekonomi terbaru dirilis.
"Investor masih mengambil keuntungan di sektor teknologi dan kini mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi. Selain itu, kekhawatiran terhadap perang juga ikut membebani pasar," ujarnya.
Sentimen negatif turut diperburuk oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan damai. Menurut Hainlin, konflik tersebut berpotensi berlanjut hingga pertengahan atau akhir musim panas tahun ini.
"Konflik tersebut mungkin berlanjut hingga pertengahan atau akhir musim panas," katanya.
Di sisi lain, saham perusahaan logistik seperti XPO, JB Hunt, dan Old Dominion ikut tertekan setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan angkutan barang less-than-truckload di AS. Akibatnya, sektor industri menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 3,4 persen.
Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS naik 4,2 persen secara tahunan pada Mei 2026, tertinggi sejak April 2023. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Meski demikian, angka tersebut masih sejalan dengan perkiraan ekonom.
Setelah penutupan pasar, saham Oracle turun sekitar 1 persen usai merilis laporan keuangan. Sementara itu, saham Super Micro Computer anjlok 28 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana sebesar USD7 miliar melalui penerbitan saham dan instrumen terkait ekuitas guna mendukung pembelian komponen untuk bisnis server kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang.
Di pasar yang lebih luas, saham yang turun masih mendominasi. Di NYSE, jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 1,87 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasio saham turun terhadap saham naik mencapai 1,77 banding 1. Volume transaksi di bursa AS mencapai 20,7 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 20,6 miliar saham.
(Rahmat Fiansyah)