MARKET NEWS

Saham PACK Terbang 94 Persen, Investor Antisipasi Aksi Korporasi?

TIM RISET IDX CHANNEL 26/08/2026 09:30 WIB

Saham emiten pertambangan nikel PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat dalam beberapa pekan terakhir.

Saham PACK Terbang 94 Persen, Investor Antisipasi Aksi Korporasi? (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham emiten pertambangan nikel PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tersebut terjadi di tengah ekspektasi investor terhadap transformasi bisnis perseroan serta rencana aksi korporasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu (26/8/2026) pukul 09.17 WIB, saham PACK melambung 7,55 persen ke level Rp456 per unit.

Nilai transaksi saham PACK mencapai Rp58,90 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 127,40 juta saham.

Penguatan tersebut memperpanjang reli saham PACK. Dalam sepekan terakhir, saham PACK telah melonjak 40,12 persen, sementara dalam sebulan penguatannya mencapai 94,02 persen.

Pergerakan tersebut terjadi setelah PACK bertransformasi dari bisnis kemasan plastik menjadi perusahaan yang berfokus pada pertambangan dan perdagangan nikel.

Transformasi tersebut menjadi salah satu katalis yang diperhatikan investor. Dalam risetnya pada Kamis (20/8) pekan lalu, BRI Danareksa Sekuritas menilai perubahan bisnis ke sektor nikel berpotensi menjadi katalis utama bagi kinerja PACK ke depan.

Perubahan model bisnis tersebut mulai tercermin dalam laporan keuangan perseroan. Pada semester I-2026, PACK membukukan laba bersih Rp190,8 miliar, berbalik dari rugi Rp14,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan juga melonjak lebih dari 10 kali lipat secara tahunan menjadi Rp213 miliar. Sementara itu, bagian laba dari entitas asosiasi mencapai Rp202,8 miliar, yang menunjukkan mulai besarnya kontribusi bisnis baru terhadap kinerja konsolidasi perseroan.

Meski demikian, investor masih perlu melihat seberapa jauh kontribusi bisnis nikel tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pasalnya, lonjakan laba semester I-2026 juga banyak berasal dari bagian laba entitas asosiasi, sementara operasi perseroan sendiri belum sepenuhnya mencerminkan skala bisnis yang baru dibangun.

Haji Isam Masuk

Sentimen terhadap PACK juga diperkuat oleh masuknya pengusaha pertambangan dan perkebunan Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam sebagai pemegang saham.

Haji Isam tercatat memiliki sekitar 21,11 persen saham PACK. Kehadiran tersebut menambah perhatian pasar terhadap prospek perseroan di tengah ekspansi ke rantai bisnis nikel.

Di sisi lain, PACK juga berkaitan dengan Deng Weiming, Chairman CNGR Advanced Material. Menurut Forbes, CNGR merupakan perusahaan yang memproduksi material dan komponen baterai litium untuk kendaraan listrik.

CNGR memiliki sejumlah pelanggan besar, termasuk Tesla, LG Chem, dan CATL.

Selain perubahan bisnis dan masuknya investor strategis, pasar juga mencermati rencana aksi korporasi PACK.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi pada 31 Juli 2026, perseroan telah menyampaikan rencana melakukan audit atas laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Audit tersebut dilakukan sehubungan dengan rencana aksi korporasi yang akan dilaksanakan perseroan.

Namun, dalam keterbukaan informasi tersebut PACK belum mengungkapkan secara rinci bentuk maupun besaran aksi korporasi yang dimaksud. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE