Saham Pakuwon (PWON) Terbang usai Komentar Yudo Sadewa, Simak Kata Analis
Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menguat tajam hingga membentuk gap up pada Senin (12/1/2026) pagi, dipicu spekulasi investor menyusul komentar Yudo Sadewa.
IDXChannel – Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menguat tajam hingga membentuk gap up pada Senin (12/1/2026) pagi, dipicu spekulasi investor menyusul komentar Yudo Achilles Sadewa di forum investasi Telegram miliknya.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.41 WIB, saham PWON melonjak 13,07 persen ke level Rp398 per unit, usai sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 25 persen di Rp440 per unit di awal sesi.
“PWON akan jadi the next PANI? Dia akan membuat Pakuwon Mall Semarang senilai Rp5,6 triliun di kawasan Gombel, Semarang. Proyek ini ditargetkan menjadi destinasi ikonik baru di Kota Semarang,” kata Yudo Sadewa dalam forum Telegram, Jumat (9/1/2026) pekan lalu.
Istilah the next PANI merujuk pada emiten PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, milik Grup Agung Sedayu dan Grup Salim, yang meroket pada 2022-2024 silam seiring rentetan aksi korporasi.
Putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut menambahkan, “Selain PWON, saham-saham perumahan subsidi juga menarik untuk dianalisis sejalan dengan kebijakan yang menambah likuiditas.”
Merespons aksi taking profit yang memangkas kenaikan saham PWON pada perdagangan pagi ini, Yudo Sadewa menyarankan investor untuk tetap bersikap tenang.
“Tahan aja, kita lihat perkembangannya. Kalau perusahaannya rugi bertambah atau untungnya berkurang di laporan keuangannya, kita cut aja,” kata dia, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, level Rp430 menjadi titik krusial bagi pergerakan saham PWON demi melewati tren sideways-nya menuju uptrend.
Dia menambahkan, peluang penguatan lanjutan terbuka jika level tersebut mampu ditembus secara meyakinkan.
“Jika PWON mampu ditutup di atas Rp430, maka PWON berpotensi menuju ke Rp500,” katanya, Senin (12/1/2026).
Namun demikian, Michael mengingatkan adanya risiko koreksi jangka pendek yang perlu diantisipasi investor.
“Melihat flow harian serta indikator-indikator teknikal yang menunjukkan overbought, PWON berpotensi menguji support di 380 hingga 356, yaitu gap awal yang terbentuk pada pagi hari,” tutur dia.
Mengutip dari website perusahaan, Pakuwon Jati adalah pengembang properti yang berdiri sejak 1982 dan tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ, sebelum menjadi BEI) pada 1989.
Perseroan menjalankan usaha pengembangan real estat di sejumlah kota, antara lain Surabaya, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Solo, Bali, Semarang, dan Batam.
Portofolio utama Pakuwon Jati mencakup pengembangan pusat perbelanjaan, hunian, perkantoran, serta perhotelan. Dalam operasionalnya, perseroan mengelola seluruh tahapan pengembangan properti, mulai dari akuisisi lahan, pengembangan proyek, pemasaran, hingga pengelolaan operasional.
Pakuwon Jati juga dikenal sebagai pengembang yang memperkenalkan konsep superblok di Indonesia, yakni pengembangan kawasan terpadu berskala besar yang menggabungkan fungsi ritel, perkantoran, hunian vertikal, dan hotel dalam satu kawasan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.