MARKET NEWS

Saham RAJA Melesat di Tengah Rencana Stock Split

Rahmat Fiansyah 13/05/2026 10:33 WIB

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat di tengah rencana perusahaan energi tersebut melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split).

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat di tengah rencana perusahaan energi tersebut melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split). (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat di tengah rencana perusahaan energi tersebut melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split).

Pada perdagangan sesi I, Rabu (13/5/2026) pukul 10.20 WIB, saham RAJA menguat Rp330 atau 8 persen ke Rp4.500. Rebound tersebut terjadi kala harga saham tertekan lebih dari 25 persen sejak awal 2026.

Respons positif pasar tersebut juga sejalan dengan aktivitas perdagangan yang meningkat. Nilai transaksi perdagangan harian menjadi Rp142 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan kemarin yang sebesar Rp73 miliar. Angka tersebut terjadi bahkan sebelum sesi I ditutup.

Volume perdagangan juga naik dua kali lipat menjadi 318 ribu lot saham dengan frekuensi 14,85 ribu kali. Pergerakan tersebut mencerminkan peningkatan pada volatilitas perdagangan.

Kenaikan harga saham RAJA juga terjadi di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman rebalancing MSCI. IHSG sejauh ini tercatat turun 1,41 persen ke level 6.760 poin.

Manajemen RAJA sebelumnya mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi itu dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan akan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,2 miliar saham menjadi 21,1 miliar saham.

Alasan utama stock split tersebut karena perseroan menganggap harga saham RAJA saat ini sebesar Rp4.170 per saham, sudah terlalu tinggi. Harga tersebut mengacu pada penutupan perdagangan kemarin.

"Hal ini mengakibatkan nilai investasi minimum untuk satu lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor," katanya.

Untuk memuluskan rencana ini, perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026. Perseroan sebelumnya telah mendapatkan izin prinsip untuk menggelar stock split dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Mei 2026.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE