Saham RANS Mentok ARA saat Debut, Terbang 34 Persen ke Level Rp228
Saham PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) terbang pada perdagangan perdana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IDXChannel - Saham PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) terbang pada perdagangan perdana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham emiten media milik artis Raffi Ahmad itu menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Hingga pukul 09.40 WIB, saham RANS menguat 34,12 persen ke Rp228 dari harga IPO Rp170. Nilai transaksi perdagangan mencapai hampir Rp1 miliar dengan volume lebih dari 43 ribu lot saham. Sekitar 20 juta lot saham mengantre di harga pucuk.
Dalam sambutannya, Raffi Ahmad mengatakan, keputusan RANS menjadi perusahaan publik menandai awal babak baru bagi perseroan untuk bertumbuh dengan standar tata kelola yang lebih tinggi.
"Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sementara harga penawaran dipatok. Rp170 per saham.
RANS meraih dana IPO Rp429,25 miliar. Dana hasil penawaran umum tersebuyt akan dimanfaatkan untuk memperkuat sejumlah lini bisnis strategis. Sekitar 37,61 persen atau Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser. Selanjutnya, 19,80 persen atau Rp85 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Selain itu, sekitar Rp80 miliar akan digunakan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, Rp35 miliar diinvestasikan pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, serta Rp37,8 miliar guna memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Direktur Utama PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk, Nagita Slavina menilai, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi intellectual property (IP) yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ujar Nagita dalam kesempatan yang sama.
(Rahmat Fiansyah)