MARKET NEWS

Saham RLCO hingga ZATA Kena Suspensi, Tak Bisa Diperjualbelikan

Rahmat Fiansyah 21/01/2026 07:45 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan penghentian perdagangan efek alias suspensi atas delapan saham mulai dari RLCO hingga ZATA.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan penghentian perdagangan efek alias suspensi atas delapan saham mulai dari RLCO hingga ZATA. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan penghentian perdagangan efek alias suspensi atas delapan saham akibat lonjakan harga yang signifikan secara kumulatif. Dengan suspensi ini, maka saham-saham tersebut tidak bisa diperjualbelikan.

Saham-saham tersebut yakni PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) beserta waran (BAIK-W), dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE).

Kemudian ada saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Indospring Tbk (INDS), PT Magna Investama Mandiri (MGNA) beserta waran (MGNA-W), dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menilai, penghentian perdagangan efek untuk sementara ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan Bursa kepada investor. Suspensi berlaku di pasar reguler dan pasar tunai sesi I tanggal 21 Januari 2026 sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," kata Aji, Selasa (20/1/2026).

Saham RLCO yang IPO pada akhir 2025 terus meningkat hampir tanpa henti. Saham emiten sarang burung walet tersebut menetapkan harga IPO sebesar Rp168 dan bertengger di level Rp8.700.

Kenaikan harga saham RLCO sejak listing 8 Desember 2025 mencapai  lebih dari 50 ribu persen. Kenaikan ini mengalahkan saham-saham IPO lainnya seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Selain itu, pergerakan saham ZATA juga tak kalah fenomenal. Sempat berada di level Rp6, emiten fesyen ini melesat hingga mencapai level tertinggi Rp143 atau kenaikan lebih dari 22 ribu persen. Saat ini, saham ZATA berada di level Rp115.

Kenaikan saham-saham small-cap di BEI selaras dengan lonjakan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah menembus level 9.000. 

Sementara saham-saham berkapitalisasi besar dalam LQ45 tak mampu mengejar kenaikan indeks utama. Dalam setahun terakhir, IHSG melesat hingga 27 persen, sedangkan LQ45 hanya naik 6 persen.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE