Saham Rukun Raharja (RAJA) Melesat 13 Persen, Menanti Kehadiran RATU
Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melonjak pada Selasa (7/1/2024).
IDXChannel – Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melonjak pada Selasa (7/1/2024) seiring anak usahanya, PT Raharja Energy Cepu Tbk (RATU) memasuki masa distribusi saham penawaran umum perdana (IPO) hari ini.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.43 WIB, saham RAJA ditutup meningkat 13,00 persen menjadi Rp3.390 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp286,71 miliar dan volume perdagangan 91,16 juta saham.
Saham RAJA telah menunjukkan tren penguatan (uptrend) sejak awal Oktober 2024.
Dalam sepekan terakhir, saham RAJA melejit 18,88 persen, sementara dalam sebulan tercatat melambung 41,08 persen.
RAJA Sambut RATU
RATU menawarkan hingga 543,01 juta saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dengan harga di penawaran umum di angka Rp1.150 per saham.
Dengan kisaran tersebut, RATU menargetkan perolehan dana sekitar 624,5 miliar, yang mengimplikasikan valuasi sebesar Rp3,1 triliun.
Periode bookbuilding berlangsung pada 17–23 Desember 2024, sementara penawaran umum dijadwalkan pada 2–6 Januari 2025.
Jika sesuai rencana, saham RATU akan resmi tercatat di BEI pada Rabu besok atau 8 Januari 2025.
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mencatat, dalam riset pada 16 Desember 2024, valuasi IPO RATU berada di kisaran 6,0–7,6 kali berdasarkan rasio price-to-earnings (P/E) di semester I-2024 (1H24) TTM (trailing twelve months) dan price-to-book value (P/BV) pasca-IPO sekitar 2,98–3,26 kali.
Valuasi ini lebih rendah dibandingkan induk usahanya, RAJA, yang diperdagangkan pada P/E 23,8 kali dan P/BV 4,6 kali.
Namun, mengutip Hendriko, valuasi RATU cenderung lebih tinggi dibandingkan pesaing (peers) di sektor migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
MEDC diperdagangkan pada P/E 4,7 kali dan P/BV 0,8 kali, sementara ENRG pada P/E 5,1 kali dan P/BV 0,6 kali per 9M24.
Selain soal IPO anak usaha, menurut catatan Algo Research pada 18 November 2024, potensi kerja sama antara taipan Prajogo Pangestu dari Barito Group dan Hapsoro di RAJA semakin mencuat, mengikuti pola sinergi serupa di PT Petrosea Tbk (PTRO).
Kabar lainnya, RAJA mencatat laba bersih sebesar USD19,36 juta atau sekitar Rp293 miliar selama periode Januari hingga September 2024 atau hingga kuartal III-2024.
Perolehan laba bersih ini meningkat 2,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), yaitu USD18,97 juta.
Seiring dengan peningkatan laba bersih, RAJA membukukan pendapatan bersih sebesar USD189,66 juta, naik 37,9 persen secara tahunan dari USD137,52 juta pada periode sembilan bulan pertama 2023.
Berita lainnya, menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang terbit di website bursa pada Senin (23/12) lalu, pengendali RAJA, Happy Hapsoro, tercatat melepas 12 juta saham RAJA menggunakan broker PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) pada 20 Desember 2024.
Selepas divestasi tersebut, Hapsoro kini menggenggam 1,19 miliar saham atau setara dengan 28,23 persen saham RAJA dari sebelumnya 28,52 persen saham.
Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai detail aksi lego Hapsoro ini. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.