Saham VKTR Melesat usai Prabowo Resmikan Pabrik EV, Simak Target Analis
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak pada Jumat (10/4/2026) seiring sentimen positif peresmian fasilitas perakitan kendaraan listrik (EV).
IDXChannel - Saham Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak pada Jumat (10/4/2026) seiring sentimen positif peresmian fasilitas perakitan kendaraan listrik (EV) yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I, Jumat (10/4/2026), saham VKTR melesat 5,98 persen ke level Rp975 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp178,8 miliar dan volume perdagangan 181,5 juta saham.
Dengan ini, saham VKTR menguat tiga hari berturut-turut, mengimplikasikan kenaikan mingguan 25,81 persen.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai saham VKTR saat ini memang sudah berada pada valuasi yang relatif tinggi, namun prospek jangka panjangnya masih menarik seiring perkembangan industri EV.
“VKTR secara valuasi terlihat sudah mahal. Namun, dari prospek di masa depan, mengingat juga harga minyak global yang naik secara signifikan, membuat potensi dari EV semakin bergaung,” ujar Michael, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik secara massal berpotensi membantu efisiensi energi nasional dan menjadi katalis pertumbuhan industri ke depan.
Dari sisi teknikal, Michael melihat pergerakan saham VKTR mulai menunjukkan akumulasi dan tren kenaikan teknikal yang cukup kuat.
“VKTR memiliki pattern double bottom yang akan terkonfirmasi jika breakout 1095, dengan target di level all-time high (ATH) di 1300-an,” tutur Michael.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik (EV) milik PT VKTR Sakti Industries (VSI) di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi momentum penting dalam mendorong industrialisasi nasional berbasis teknologi dan energi bersih.
Sebagai informasi, VSI didirikan pada 2023 dan VKTR menguasai 60 persen saham perusahaan tersebut.
VSI bergerak di bidang industri karoseri kendaraan bermotor serta perdagangan komponen otomotif dan logam, termasuk perdagangan dan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Saat ini, VKTR tercatat memiliki enam anak usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Melansir dari siaran pers di laman Setkab.go.id, dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap peran sektor swasta nasional yang dinilai konsisten mengambil bagian strategis dalam pembangunan industri.
Kepala Negara secara khusus menyoroti langkah Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie beserta kelompok usahanya yang dinilai memiliki visi kuat dalam mendukung transformasi industri dan pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak berapa tahun oleh Saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan bahwa industrialisasi merupakan tahapan penting dalam kebangkitan teknologi suatu bangsa. Menurutnya, penguasaan teknologi harus mampu diolah menjadi industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.
“Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa negara sebesar Indonesia harus mampu membangun kemandirian di sektor-sektor strategis, khususnya energi dan pangan.
Dalam konteks tersebut, kehadiran industri kendaraan listrik dinilai sebagai langkah konkret menuju kemandirian energi sekaligus penguatan struktur industri nasional.
Presiden juga menyampaikan harapannya agar VKTR dapat berkembang menjadi salah satu national champion Indonesia di sektor otomotif, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar dunia.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” kata Prabowo. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.