Saham WBSA Masuk Papan FCA usai Tak Lagi Disuspensi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam papan pemantauan khusus.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam papan pemantauan khusus. Keputusan tersebut dilakukan setelah Bursa menghentikan sementara perdagangan saham WBSA.
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 5 Mei 2026," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam pengumuman, Senin (4/5/2026).
Dalam catatan IDX Channel, saham WBSA disuspensi selama enam hari perdagangan sejak 24 April hingga 6 Mei 2026. Selama jangka waktu tersebut, saham emiten logistik itu tidak dapat diperdagangkan.
Saham WBSA yang sebelumnya berada di papan pengembangan masuk papan pemantauan khusus karena memenuhi kriteria nomor 10 di mana saham yang terkena suspensi selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Dengan keputusan ini, maka saham WBSA akan diperjualbelikan dengan skema full-call auction (FCA).
Harga saham WBSA terus naik sejak IPO pada awal April 2026. Jika dihitung sejak melantai perdana, maka kenaikan saham WBSA mencapai hampir 700 persen dengan harga IPO Rp168 per saham.
Saat ini, WBSA diperdagangkan di harga Rp1.330 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp11,5 triliun.
Tingginya antusiasme pasar terhadap saham WBSA sudah tercermin dari IPO. Direktur Utama BSA Logistics, Edwin Wibowo mengaku kaget dengan antusiasme investor terhadap saham WBSA. Saham logistik tersebut menjadi emiten pertama yang IPO di BEI pada tahun ini.
"Jujur, saya sendiri juga tidak menyangka antusias pasar yang sangat positif terhadap penawaran saham kami dengan oversubscribed (kelebihan permintaan) mencapai hampir 400 kali," kata Edwin.
(Rahmat Fiansyah)