MARKET NEWS

Saiko Suntik Bangkok Tellink ke NAYZ Senilai Rp2,2 Triliun

Rahmat Fiansyah 05/10/2026 13:23 WIB

Saiko Consultancy Pte. Ltd melakukan injeksi aset ke PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berupa Bangkok Tellink.

Saiko Consultancy Pte. Ltd melakukan injeksi aset ke PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berupa Bangkok Tellink. (Foto: Ist)

IDXChannel - Saiko Consultancy Pte. Ltd melakukan injeksi aset ke PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berupa Bangkok Tellink. Nantinya, NAYZ akan menguasai saham mayoritas perusahaan teknologi dan telekomunikasi yang dimiliki pengendali baru.

NAYZ akan mengambil alih 75 persen saham Bangkok Tellink dari pengendali baru, yakni Saiko Consultancy Pte. Ltd yang saat ini memiliki 29,41 persen saham NAYZ. NAYZ selaku pembeli dan Saiko selaku penjual sepakat untuk mengalihkan 5.692.500 saham Bangkok Tellink melalui Perjanjian Pengalihan Saham Bersyarat pada 2 Oktober 2026. 

Nilai transaksi (Transaction Value) untuk 75 persen saham Bangkok Tellink mencapai USD125 juta atau Rp2,2 triliun, mencerminkan valuasinya yang sebesar USD166,7 juta. Namun, angka tersebut bisa saja berubah tergantung dari penilaian oleh Penilai Independen.

"Apabila nilai berdasarkan penilaian independen (Reference Value) lebih rendah dari Transaction Value, maka Reference Value akan digunakan sebagai dasar penyelesaian transaksi, sedangkan apabila Reference Value lebih tinggi dari Transaction Value, maka Transaction Value sebesar USD125 juta akan digunakan sebagai dasar penyelesaian transaksi," kata Direktur NAYZ, Nusttanakit Sasiarnon melalui keterbukaan informasi, Senin (5/10/2026).

Nilai kesepakatan itu tergolong besar mengingat ekuitas NAYZ hingga Juni 2026 hanya Rp63 miliar dengan kas dan setara kas hanya Rp6 miliar. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar NAYZ saat ini kurang dari Rp200 miliar.

Terkait pembayaran, Sasiarnon menyebut, 20 persen dari nilai transaksi akan dibayar secara tunai oleh NAYZ. Sementara 80 persen akan dialihkan sebagai setoran modal berupa inbreng melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Kesepakatan ini juga akan mematuhi aturan yang berlaku di pasar modal, mulai dari dipenuhinya persyaratan pendahuluan hingga persetujuan pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Saham NAYZ melesat tajam hingga perdagangan siang ini. Saham yang sebelumnya bergerak di bidang makanan bayi itu naik 34 persen ke Rp75.

Dalam penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), NAYZ sempat mengungkapkan bahwa Bangkok Tellink akan menjadi fokus utama bisnis di bawah pengendali baru. Bangkok Tellink memiliki bisnis berbasis teknologi dengan model pendapatan berulang (recurring income) di sejumlah bidang.

Saiko bersama Bangkok Tellink memiliki pengalaman operasional di bidang telekomunikasi, MVNO Services, Internet of Things (IoT) platforms, sistem pembayaran digital, smart kiosk and vending solutions, hingga cloud-based infrastructure. Adapun CEO & Founder Bangkok Tellink saat ini adalah Nusttanakit Sasiarnon yang saat ini menjabat sebagai Direktur NAYZ.

Sejalan dengan rencana tersebut, NAYZ juga akan melepas bisnis lamanya secara bertahap. Saat ini, NAYZ diketahui memiliki dua anak usaha, yakni PT Mitra Kerja Nayz dan PT Nutrisi Juara Asia yang seluruhnya bergerak di sektor makanan dan minuman.

(Rahmat Fiansyah

SHARE