Saldo Laba Negatif, Merdeka Gold (EMAS) Absen Bagi Dividen
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) absen membagikan dividen kepada para pemegang saham.
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) absen membagikan dividen kepada para pemegang saham. Keputusan ini dilatarbelakangi posisi saldo laba perseroan yang masih negatif.
Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu (22/4/2026). Selain itu, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) itu tidak menyisikan dana cadangan umum.
"Menyetujui tidak melakukan penyisihan dana cadangan dan membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sehubungan dengan saldo laba yang masih negatif," kata manajemen Merdeka Gold dikutip Jumat (24/4/2026).
Mengacu laporan keuangan tahun buku 2025, Merdeka Gold tercatat memiliki saldo akumulasi kerugian USD61,5 juta, membengkak dari 2024 yang sebesar USD34 juta.
Kenaikan akumulasi kerugian tersebut dipicu oleh kinerjanya yang masih rugi. Sepanjang 2025, perseroan membukukan rugi bersih USD27,3 juta, lebih tinggi dibandingkan kerugian pada tahun sebelumnya yang sebesar USD13,3 juta.
Merdeka Gold baru saja melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September 2025. Meski begitu, harga sahamnya melesat lebih dari 200 persen ke level Rp9.000 sejak IPO.
Kinerja yang belum maksimal tersebut disebabkan Merdeka Gold masih dalam tahap awal untuk memproduksi emas di area konsesi Tambang Emas Pani, Kabupaten Gorontalo. Tambang ini baru berproduksi pada awal 2026 dengan target produksi 100-155 ribu ounce emas tahun ini. Tambang tersebut ditargetkan bisa mencapai puncak produksi di kisaran 500 ribu ounce emas per tahun.
(Rahmat Fiansyah)