Salim Ivomas (SIMP) Bagikan Dividen Rp26 per Saham, Lo Kheng Hong Raup Rp20,7 Miliar
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menetapkan dividen tunai sebesar Rp26 per saham untuk tahun buku 2025.
IDXChannel - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menetapkan dividen tunai sebesar Rp26 per saham untuk tahun buku 2025. Nominal dividen tersebut lebih besar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp20 per saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Kamis (25/6/2026), pemegang saham menyetujui usulan besaran dividen sebesar Rp403 miliar atau 19,5 persen dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun.
Dividen tunai tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 28 Juli 2026.
Direktur Utama SIMP, Paulus Moleonoto mengapresiasi kepada seluruh pemegang saham yang telah memberikan dukungan kepada perseroan. Dia menegaskan bahwa Grup SIMP akan terus mengelola bisnisnya secara hati-hati serta menjalankan operasinya dengan prinsip berkelanjutan di bidang agrobisnis.
"Grup SIMP akan tetap fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan belanja modal, dan meningkatkan produktivitas," katanya.
Harga saham SIMP saat iniberada di level Rp550 per saham, mencerminkan indikasi dividend yield sekitar 4,7 persen.
Indofood Agri Resources Ltd atau Indo Agri bersama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) selaku pengendali SIMP akan meraup dividen sebesar Rp335,6 miliar sebelum pajak.
Sementara, Lo Kheng Hong, investor indvidu yang menggenggam hampir 800 juta saham SIMP akan memperoleh dividen sebesar Rp20,7 miliar sebelum pajak.
SIMP merupakan salah satu perusahaan milik taipan Anthoni Salim yang dimiliki Lo Kheng Hong dengan porsi 5,14 persen. Selain itu, ada PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) dengan porsi saham 1,32 persen.
Lo pernah mengungkapkan alasannya berinvestasi di SIMP karena dinilai murah alias undervalued. Dia mengatakan, SIMP memiliki lini bisnis yang terintegrasi mulai dari hulu perkebunan sawit hingga hilir dengan beragam produk, termasuk margarin dan minyak goreng.
(Rahmat Fiansyah)