MARKET NEWS

Sebar Dividen Interim Rp9,3 Triliun, Bank Mandiri (BMRI): Bentuk Apresiasi kepada Investor

Tim IDXChannel 15/01/2026 10:59 WIB

Langkah ini dinilai bukan sekadar bagi-bagi keuntungan, melainkan sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah ketidakpastian.

Sebar Dividen Interim Rp9,3 Triliun, Bank Mandiri (BMRI): Bentuk Apresiasi kepada Investor. (Foto Tangkapan Layar YouTube IDX Channel)

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi membagikan dividen interim tahun buku 2025 maksimum Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham pada Rabu 14 Januari 2026. Artinya, 

Langkah ini dinilai bukan sekadar bagi-bagi keuntungan, melainkan sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah ketidakpastian global.

Head of Investor Relations Bank Mandiri Laurencius Teiseran mengungkapkan, keputusan perseroan membagikan dividen dua kali setahun merupakan upaya perseroan untuk mendekatkan diri pada praktik korporasi global.

“Banyak bank besar internasional, terutama di AS, membayar dividen dua hingga empat kali setahun. Ini bentuk apresiasi kepada investor sekaligus insentif agar mereka stay for longer,” ujar Laurencius dalam podcast The Fundamentals IDX Channel, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, fundamental Bank Mandiri saat ini sangat solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 13 persen per November 2025, di atas rata-rata industri. Selain itu, rasio kecukupan modal berada di level kuat mendekati 20 persen.

Potensi Yield Menarik

Laurencius menjelaskan, dengan asumsi harga saham saat ini dan proyeksi laba 2025 sesuai konsensus, tingkat imbal hasil (yield) dividen Bank Mandiri tergolong sangat menarik bagi investor.

Jika rasio pembayaran dividen (payout ratio) berada di kisaran 60 hingga 80 persen, maka yield yang diterima investor bisa menyentuh angka high single digit atau bahkan low double digit.

“Kalau payout ratio 60-80 persen, itu yield-nya cukup tinggi. Bisa 8-9 persen, bahkan menyentuh 10-11 persen. Ini jelas di atas bunga deposito berjangka,” kata dia.

Dia menambahkan, momentum saat ini menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk, mengingat valuasi saham BMRI sedang berada di posisi yang relatif murah dibandingkan data historis maupun kompetitor.

“Secara Price to Book Value (PBV), kita sekarang berada di bawah rata-rata historis 10 tahun. Asing yang tadinya kepemilikannya hampir 80 persen sekarang turun ke 60 persen, biasanya di posisi ini asing akan mulai masuk kembali,” ujar Laurencius.

Penulis: Nasywa Salsabila

(Dhera Arizona)

SHARE