MARKET NEWS

Sempat Tunda Dividen Jumbo, Astra Graphia (ASGR) Jadwalkan RUPSLB Akhir November 2026

Rahmat Fiansyah 14/10/2026 18:35 WIB

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir bulan depan.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir bulan depan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir bulan depan. Rencana tersebut seiring dengan keputusan perseroan menunda pembagian dividen jumbo beberapa waktu lalu.

Dalam pengumuman yang disampaikan Rabu (14/10/2026), perusahaan IT hingga layanan percetakan bagian dari Astra Group itu menjadwalkan RUPSLB pada Jumat (20/11/2026). Para pemegang saham yang berhak mengikuti rapat harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham paling lambat 28 Oktober 2026.

Perseroan belum mengumumkan mata acara atau agenda dalam rapat khusus itu. Namun, kegiatan tersebut masih terkait dengan rencana pembagian dividen kepada pemegang saham.

Corporate Secretary PT Astra Graphia Tbk, Trivena Nalsalita sebelumnya mengatakan bahwa perseroan memutuskan untuk mengubah rencana pembagian dividen interim yang ditetapkan sebesar Rp400,05 miliar atau setara Rp297 per saham.

Dividen interim tersebut akan diubah menjadi tambahan dividen tunai final. Namun, kata dia, besaran dividen yang diusulkan nantinya tidak berubah dengan rencana awal.

Dengan opsi tambahan dividen tunai final, maka dividen tersebut diambil dari saldo laba ditahan (retained earnings) tahun-tahun buku sebelumnya. Skema ini berbeda dengan dividen interim yang mengacu pada laporan keuangan tahun buku 2026.

Secara teknis, pembagian dividen interim sebesar Rp400 miliar tidak dimungkinkan karena dalam catatan IDX Channel, sepanjang semester I-2026, Astra Graphia baru memperoleh laba bersih sebesar Rp138 miliar meski posisi kas memadai.

Pada periode yang sama, Astra Graphia memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,68 triliun dengan saldo laba mencapai Rp1,72 triliun. Oleh sebab itu, pembagian dividen spesial lebih memadai. 

Mekanisme pembagian dividen spesial juga berbeda dengan dividen interim. Rencana pembagian dividen interim membutuhkan persetujuan dari pemegang saham melalui RUPS, sedangkan dividen interim bisa diumumkan manajemen kapanpun lewat keputusan direksi dan restu dewan komisaris dengan catatan nilai kekayaan bersih setelah pembagian dividen tidak lebih rendah dibandingkan posisi modal disetor dan ditempatkan perseroan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE