Sentimen Global hingga Isu Royalti Warnai Pergerakan IHSG Sepekan, Investor Tunggu MSCI
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini dibayangi kombinasi sentimen global dan domestik.
IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini dibayangi kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari memanasnya tensi geopolitik hingga rencana kenaikan royalti sektor tambang.
Meski masih membukukan kenaikan mingguan tipis, tekanan jual asing membuat laju indeks tertahan menjelang pengumuman rebalancing MSCI pekan depan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 2,86 persen ke level 6.969,40 pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Dengan pelemahan tersebut, kenaikan mingguan IHSG menyusut menjadi hanya menguat 0,18 persen.
Investor asing membukukan jual bersih Rp485 miliar di pasar reguler pada Jumat dan mencapai Rp2,44 triliun sepanjang sepekan terakhir.
Phintraco Sekuritas mencatat, tekanan pasar dipicu oleh koreksi bursa global seiring kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas geopolitik global.
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati rencana pemerintah merevisi tarif royalti progresif untuk sejumlah komoditas logam seperti nikel, tembaga, emas, perak, dan timah.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan prospek emiten tambang, terutama di tengah tingginya harga komoditas global.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD146,2 miliar pada April 2026, dari USD148,2 miliar pada Maret 2026. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak Juli 2024.
Meski demikian, level cadangan devisa masih dinilai aman karena setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.
Tekanan lain datang dari sektor properti. Indeks harga properti residensial hanya tumbuh 0,62 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026, melambat dibandingkan pertumbuhan 0,83 persen yoy pada kuartal IV-2025.
Angka tersebut juga menjadi laju pertumbuhan terendah sejak 2003.
Memasuki pekan depan, pelaku pasar akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, hingga penjualan sepeda motor, untuk membaca arah daya beli masyarakat.
Di saat yang sama, perhatian investor juga tertuju pada pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.