MARKET NEWS

Siapkan Capex Rp400 Miliar Lebih, ACES Targetkan hingga 75 Gerai Baru

Rohman Wibowo 11/09/2026 04:00 WIB

Perseroan mengalokasikan belanja modal dalam jumlah besar guna memacu pembukaan gerai baru yang lebih masif pada paruh kedua tahun ini.

Siapkan Capex Rp400 Miliar Lebih, ACES Targetkan hingga 75 Gerai Baru. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) bersiap memacu ekspansi jaringan ritel secara agresif pada semester II-2026 dengan menyiagakan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp400 miliar.

Perseroan mengalokasikan belanja modal dalam jumlah besar guna memacu pembukaan gerai baru yang lebih masif pada paruh kedua tahun ini. Penambahan puluhan gerai baru ini menjadi motor penggerak utama perseroan untuk memperluas pasar dan mempertahankan tren pertumbuhan kinerja operasional di seluruh Indonesia.

"Total anggaran belanja modal tahun ini tetap berada di rentang Rp400 miliar hingga Rp450 miliar, dan kami akan mengakselerasi pembukaan toko fisik lebih banyak pada semester kedua setelah merealisasikan sekitar Rp91 miliar atau 20 sampai 23 persen di paruh pertama," ujar Head of Investor Relations AHI (ACES), Billy Utama dalam siaran paparan publik secara virtual, Kamis (10/9/2026).

Hingga semester I-2026, perseroan baru menyerap dana capex kurang lebih Rp91 miliar untuk membuka 10 toko baru. Memasuki Agustus 2026, realisasi gerai ritel utama merek Azko bertambah menjadi 15 toko baru, dengan sembilan di antaranya berlokasi di wilayah baru yakni Berau, Pasuruan, Pekalongan, Timika, Kuningan, Tabanan, Tomohon, Baubau, dan Duri Riau. 

Secara keseluruhan, jaringan toko Azko telah mencapai 279 gerai per Agustus 2026, yang tersebar di wilayah Jawa luar Jakarta sebanyak 133 toko, luar Pulau Jawa 94 toko, serta 52 toko di Jakarta.

Ekspansi jaringan ritel tersebut akan difokuskan untuk memperkuat kehadiran merek Azko sekaligus melipatgandakan sebaran merek baru, Neka, ke kawasan sub-urban. Kehadiran format gerai yang lebih lincah dan fleksibel dinilai efektif mempercepat penetrasi ke ceruk pasar yang sebelumnya belum terjangkau.

"Sepanjang tahun ini kami menargetkan pembukaan 20 hingga 25 toko baru untuk Azko, serta 40 hingga 50 gerai Neka yang dirancang lebih kompak guna menyasar segmen pasar massal secara lebih luas," tutur Billy.

Merek Neka dihadirkan untuk melengkapi portofolio ACES dengan format toko di bawah 700 meter persegi dan kebutuhan tenaga kerja kurang dari 10 karyawan. Gerai ini menyediakan lebih dari 10.000 unit penyimpanan stok (stock keeping unit/SKU) dalam 15 kategori kebutuhan harian dengan harga bersaing serta rata-rata transaksi Rp80.000 hingga Rp100.000 per keranjang. 

Hingga Juli 2026, sebanyak 16 gerai Neka telah dibuka di kota-kota seperti Lampung, Palembang, Bogor, Yogyakarta, Subang, Cilacap, Pemalang, Tegal, dan Boyolali, sehingga totalnya mencapai 26 toko per Agustus 2026. Perseroan berencana menambah setidaknya 14 toko Neka lagi hingga akhir tahun guna melengkapi ekosistem bisnis yang juga menaungi 79 toko Toys Kingdom.

Akselerasi pembukaan toko fisik di luar Pulau Jawa terus dipacu menyusul tingginya pertumbuhan volume penjualan total di wilayah tersebut. Manajemen memandang potensi pasar daerah masih sangat prospektif kendati laju pertumbuhan penjualan di toko yang sama (same-store sales growth/SSSG) cenderung mendatar.

"Meski same-store sales growth di luar Jawa tercatat flat, pertumbuhan total penjualan di kawasan tersebut terbukti jauh lebih kuat daripada rata-rata penjualan nasional sehingga menjadi fokus ekspansi kami," ujar Billy.

Pada semester I-2026, perseroan mencatatkan pertumbuhan SSSG sebesar 2,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan berada di level 2,0 persen hingga bulan ketujuh. Performa ini ditopang area Jakarta yang tumbuh 4,4 persen di paruh pertama serta 4,2 persen hingga Juli, disusul area Jawa di luar Jakarta sebesar 3,0 persen dan 3,2 persen. 

Penerapan konsep toko baru Tier A di Pondok Indah Mall dan Living Plaza Bintaro turut mendongkrak penjualan di kisaran low double digit. Kendati demikian, manajemen mencermati daya beli masyarakat yang mulai membaik belum sepenuhnya pulih ke level normal, ditambah adanya kehati-hatian konsumen yang tercermin dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen pascalebaran.

Kinerja operasional perseroan pada paruh pertama tahun ini tetap solid berkat penerapan strategi penetapan harga yang terukur dan pengelolaan portofolio produk yang adaptif. Kebijakan tersebut berhasil memulihkan margin kotor perusahaan ke tingkat wajar di tengah tingginya tekanan ekonomi makro.

"Margin laba kotor pada kuartal kedua berhasil meningkat menjadi 48,5 persen berkat penyesuaian harga bertahap untuk meredam dampak pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran," kata Billy.

Secara kumulatif di semester I-2026, perseroan membukukan penjualan bersih Rp4,54 triliun atau naik 6,3 persen YoY, dengan perolehan kuartal II mencapai Rp2,19 triliun yang tumbuh 3,5 persen. Laba kotor tercatat naik 6,4 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan marjin 47,4 persen. Kenaikan margin ini turut didorong oleh optimalisasi bauran produk (product mix) dan perubahan kategorisasi barang.

Ketahanan fundamental perusahaan ditopang oleh struktur neraca yang kokoh serta ketiadaan beban pinjaman modal kerja dari lembaga finansial. Kondisi likuiditas yang melimpah memberikan keleluasaan penuh bagi manajemen untuk mengeksekusi agenda penambahan gerai tanpa tekanan likuiditas.

"Posisi keuangan kami sangat solid dengan posisi kas bersih tanpa utang berbunga, di mana laba operasi inti tumbuh 7 persen dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham meningkat 21 persen menjadi Rp390 miliar," ujar Billy.

Kekuatan neraca keuangan ACES juga didukung arus kas operasional yang kuat, perbaikan siklus konversi kas, serta penurunan persediaan barang yang lebih terkendali dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Selain mengandalkan kekuatan fisik dari 274 toko Azko seluas total 662.000 meter persegi per akhir Juni 2026, perseroan giat menjalankan klasterisasi produk berbasis dinamika persaingan lokal.

Pengembangan gerai fisik modern terus diselaraskan dengan penguatan kanal penjualan digital agar tercipta pengalaman berbelanja yang terintegrasi. Manajemen memastikan arah ekspansi tetap berada di jalur yang benar demi mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

"Kami optimistis mempertahankan seluruh pedoman kinerja 2026 dengan target pertumbuhan penjualan bersih 6 hingga 8 persen serta SSSG 2 hingga 4 persen, yang turut ditopang kontribusi penjualan online sebesar 12 persen," kata Billy.

(NIA DEVIYANA)

SHARE