Simak Proyeksi Harga Emas Dunia Pekan Ini di Tengah Gejolak Timur Tengah
Harga emas dunia dibuka melemah pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
IDXChannel - Harga emas dunia dibuka melemah pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, meski proyeksi analis masih cenderung bullish untuk sepekan ke depan.
Harga emas spot turun 1,43 persen ke USD4.762,06 per troy ons, sementara perak spot melemah 2,52 persen ke USD79,78 pada Senin (20/4) pagi di tengah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, jalur pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan kembali terhenti setelah Iran kembali memperketat kontrol, hanya beberapa hari jelang berakhirnya gencatan senjata yang rapuh dengan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Iran sempat membuka jalur tersebut, namun kemudian kembali menutupnya dengan alasan pelanggaran kesepakatan oleh AS.
Di saat yang sama, proses negosiasi antara Iran dan AS masih berlangsung tanpa kejelasan.
Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Teheran berjalan baik, sementara negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan kedua pihak masih memiliki perbedaan signifikan, terutama terkait isu nuklir dan akses Selat Hormuz.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan pelaku pasar, baik dari kalangan analis (Wall Street) maupun investor ritel, kembali berada di zona bullish setelah emas mencatat kenaikan empat pekan berturut-turut.
Dari 10 analis yang berpartisipasi, sebanyak 80 persen memperkirakan harga emas naik dalam sepekan ke depan, sementara 20 persen memprediksi penurunan. Tidak ada responden yang memperkirakan pergerakan stabil.
Sentimen serupa juga tercermin dari investor ritel.
Dari 47 responden dalam jajak pendapat online, sebanyak 70 persen memperkirakan harga emas menguat, 19 persen memproyeksikan penurunan, dan 11 persen melihat harga bergerak mendatar.
Optimisme ini didorong harapan bahwa konflik Iran dapat mereda dalam jangka panjang, meski ketidakpastian masih tinggi akibat dinamika negosiasi dan kebijakan di lapangan.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve (The Fed).
Rilis data penjualan ritel Maret, penjualan rumah tertunda, hingga klaim pengangguran mingguan akan menjadi fokus utama.
Di saat yang sama, pasar juga menantikan sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed, yang diperkirakan membawa pandangan dovish, sentimen yang umumnya positif bagi emas. (Aldo Fernando)