SMLE Fokus Genjot Produk Bernilai Tambah, Empat Divisi Jadi Andalan
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai menggeser mesin pertumbuhan bisnis dari sekadar distribusi bahan baku menuju produk dan solusi bernilai tambah.
IDXChannel - PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai menggeser mesin pertumbuhan bisnis dari sekadar distribusi bahan baku menuju produk dan solusi bernilai tambah. Strategi tersebut dijalankan dengan memperluas portofolio di empat divisi utama, yakni bahan baku makanan, perawatan diri dan kosmetik, kimia industri, serta wewangian.
Perseroan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) bisnis 2026-2027 dengan mengandalkan diversifikasi produk dan kemitraan dengan prinsipal global. Perseroan membidik segmen yang memiliki peluang aplikasi lebih luas sekaligus memperkuat posisi di pasar domestik.
Direktur Utama dan CEO PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk, Siu Min mengatakan, perseroan memperluas bisnis Food Ingredients dengan menyasar protein susu fungsional, perisa alami, pelapis untuk permen dan cokelat, serta pewarna alami. SMLE juga mendapatkan kemitraan baru untuk produk probiotik, pascabiotik, protein susu kambing, hingga solusi penetral rasa pahit untuk membidik pasar health and wellness, functional food, dan nutritional products.
"Strategi kami untuk food ingredients di 2026 ini kami dorong ke protein susu fungsional, perisa alami, pelapis untuk permen dan cokelat, serta pewarna alami sebagai lini bisnis baru. Kami juga mendapatkan kemitraan baru untuk produk probiotik, pascabiotik, protein susu kambing, serta solusi penetral rasa pahit," ujar Siu Min dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).
Di segmen perawatan diri dan kosmetik, SMLE memperluas portofolio bahan baku surfaktan dan silikon untuk berbagai aplikasi, mulai dari makeup dekoratif, facial wash, body wash hingga skincare. Perseroan mengandalkan kemitraan pemasok dari Jepang, Korea, China, dan Eropa untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tren industri kecantikan.
"Kami mengembangkan portofolio dengan mengikuti tren inovasi global, seperti quality and precision dari Jepang, tren inovatif dari Korea, keunggulan nilai kompetitif dari China, hingga aspek science and sustainability dari Eropa," kata Siu Min.
Ekspansi juga diarahkan ke kimia industri dengan memperluas penjualan bahan baku aditif, modifier, UV absorber, light stabilizer, performance mineral, serta specialty fluid and emulsion. Perseroan turut menjalin kerja sama baru terkait pasokan resin dan pigmen untuk industri cat, pengolahan plastik dan pipa PVC, kemasan, komposit, hingga formulasi adhesive dan sealant.
Sementara itu, divisi wewangian disiapkan sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan pasar ritel dan industri. SMLE mengembangkan bisnis B2C sekaligus B2B, termasuk untuk kebutuhan laundry dan fine fragrance, dengan memperluas sumber pasokan dari China ke produsen asal Prancis.
"Divisi fragrance kami menjangkau kategori ritel maupun B2B seperti bisnis laundry dan fine fragrance. Jika sebelumnya kami memulai bisnis ini melalui kerja sama produk dari China, saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan produsen asal Prancis guna mengembangkan produk dengan brand kami sendiri bernama GK Fragrance," kata Siu.
Dengan empat divisi tersebut, SMLE tidak hanya mengejar pertumbuhan volume distribusi, tetapi memperbesar porsi bisnis dari produk yang memiliki diferensiasi dan nilai tambah. Diversifikasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun lebih banyak sumber pertumbuhan hingga 2027.
(Rahmat Fiansyah)