MARKET NEWS

Sosok Surono Subekti, Investor Low-Profile yang Koleksi 17 Saham

TIM RISET IDX CHANNEL 12/03/2026 06:17 WIB

Investor Surono Subekti tercatat memiliki sedikitnya 17 emiten dengan porsi saham di atas 1 persen di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sosok Surono Subekti, Investor Low-Profile yang Koleksi 17 Saham. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Investor Surono Subekti tercatat memiliki sedikitnya 17 emiten dengan porsi saham di atas 1 persen di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Surono dikenal sebagai investor yang relatif low-profile sekaligus penulis buku mengenai strategi investasi saham, berjudul Kiat Bermain Saham (Gramedia Pustaka Utama, 1999).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026 yang dipublikasikan pada 3 Maret 2026, portofolio Surono tersebar di berbagai sektor, mulai dari farmasi, teknologi distribusi, asuransi, hingga manufaktur.

Di sektor konsumer kesehatan, Surono tercatat memiliki 678.519.900 saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau sekitar 2,26 persen.

Ia juga memegang 118.002.200 saham PT Cahaya Aero Services Tbk (CASS) atau 5,65 persen, serta 373.623.200 saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) atau sekitar 3,04 persen.

Selain itu, Surono tercatat memiliki 292.720.000 saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) atau 1,22 persen, serta 6.106.500 saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) atau 1,04 persen.

Kepemilikan lainnya tercatat pada 85.361.900 saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) atau 12,55 persen, 135.595.800 saham PT Ekadharma International Tbk (EKAD) atau 3,88 persen, serta 32.300.000 saham PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) atau 3,48 persen.

Surono juga memegang saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) sebesar 2,56 persen, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) sebesar 2,04 persen, serta PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) sebesar 2,27 persen.

Portofolio lainnya mencakup PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) sebesar 2,92 persen, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) sebesar 2,14 persen, PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) sebesar 1,74 persen, serta PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) sebesar 1,74 persen.

Selain itu, Surono juga tercatat memiliki saham PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) sebesar 1,18 persen dan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) sebesar 1 persen.

Sekilas tentang Surono

Berdasarkan profil singkat di laman website Gramedia Pustaka Utama, Surono Subekti adalah sarjana akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga.

Kariernya dimulai di dunia korporasi, antara lain di PT Bentoel sebagai Auditor Pemasaran dan System Analyst, kemudian di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Assistant Factory Accountant, dan terakhir menjabat sebagai Management Accountant.

Sejak 1982, ia menekuni peran sebagai konsultan manajemen, sekaligus menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan.

Pengalaman profesionalnya yang luas, baik formal maupun informal, telah terakumulasi selama beberapa dekade.

Selain itu, Surono juga menggeluti dunia akademik. Ia pernah menjadi dosen di Akademi Wiraswasta Dewantara dari 1982 hingga 1989, mengajar mata kuliah Manajemen Keuangan, Salesmanship, dan membimbing skripsi terkait studi kelayakan usaha.

Tak hanya itu, ia juga mengajar di AMIK Bina Nusantara (sekarang Universitas Bina Nusantara atau Binus) untuk mata kuliah Dasar Akuntansi antara 1986 hingga 1989.

Meski demikian, hingga kini tidak ada jejak terbaru tentang Surono Subekti di internet, kecuali beberapa selentingan di forum-forum diskusi online, menjadikannya sosok yang relatif tertutup meski memiliki portofolio saham dan pengalaman profesional yang signifikan. (Aldo Fernando)

SHARE