S&P dan Nasdaq Cetak Rekor, Disokong Saham Semikonduktor dan Harapan Damai Perang
Indeks saham utama AS ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (24/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor baru.
IDXChannel - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (24/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan didorong oleh optimisme negosiasi damai antara AS dan Iran serta lonjakan saham sektor teknologi, khususnya semikonduktor.
Harapan perdamaian muncul setelah Pakistan menyebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan mengunjungi Islamabad untuk membahas proposal dimulainya kembali perundingan damai. Selain itu, Gedung Putih menyatakan, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff bersama Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk pembicaraan lanjutan.
Sentimen tersebut sempat mengangkat pasar dalam beberapa pekan terakhir. Namun, penguatan sempat tertahan seiring ketidakpastian terkait perkembangan konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung.
Portfolio Manager Argent Capital Management, Jed Ellerbroek menyebut prospek perdamaian masih belum solid meski ada sinyal positif.
“Situasi Iran masih terasa rapuh, banyak dinamika yang berubah-ubah. Namun untuk saat ini, ada sedikit harapan,” ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4/2026).
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones turun 79,61 poin atau 0,16 persen ke level 49.230,71. Sementara itu, S&P 500 naik 56,68 poin atau 0,80 persen menjadi 7.165,08 dan Nasdaq melonjak 398,09 poin atau 1,63 persen ke 24.836,60. Secara mingguan, S&P 500 naik 0,55 persen, Nasdaq menguat 1,5 persen, sedangkan Dow Jones turun 0,44 persen.
Sektor semikonduktor menjadi motor penguatan pasar dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 4,32 persen dan mencatat reli selama 18 sesi berturut-turut. Saham Intel melesat 23,65 persen ke posisi USD82,57 setelah proyeksi pendapatan kuartal II melampaui ekspektasi.
Kenaikan juga terjadi pada saham chip lainnya seperti AMD dan Arm yang melonjak sekitar 14 persen. Nvidia turut menguat 4,32 persen dan kembali mendekati kapitalisasi pasar USD5 triliun.
Ellerbroek menilai kekhawatiran terkait investasi besar di sektor kecerdasan buatan mulai mereda. “Keraguan terhadap imbal hasil investasi AI dari perusahaan besar mulai hilang dengan cepat, dan ini mendorong saham chip serta sektor industri terkait,” katanya.
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar mulai beralih ke rapat Federal Reserve pekan depan yang akan menjadi petunjuk arah suku bunga. Departemen Kehakiman AS juga dilaporkan menghentikan penyelidikan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang membuka jalan bagi proses pergantian kepemimpinan bank sentral.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga turut meningkat, dengan pasar memperkirakan peluang sebesar 39 persen untuk penurunan setidaknya 25 basis poin pada Desember 2026. Kinerja laba perusahaan yang kuat juga menopang pasar, dengan proyeksi pertumbuhan laba kuartal I mencapai 16,1 persen.
(Rahmat Fiansyah)