MARKET NEWS

Swayasa Perkasa (SWAP) Gelar IPO, Bidik Dana hingga Rp45,2 Miliar

Rahmat Fiansyah 23/08/2026 17:03 WIB

PT Swayasa Perkasa Tbk resmi memulai Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan kode emiten SWAP.

PT Swayasa Perkasa Tbk resmi memulai Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan kode emiten SWAP. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Swayasa Perkasa Tbk resmi memulai Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan kode emiten SWAP. Emiten manufaktur alat kesehatan ini akan menggelar penawaran awal (bookbuilding) pada 24-27 Agustus 2026.

Mengacu prospektus yang diterbitkan pada Minggu (23/8/2026), Swayasa akan menerbitkan 323 juta saham baru atau setara 30,30 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Sementara harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp130-Rp140, sehingga perseroan berpeluang memperoleh dana hingga Rp42,5 miliar.

Swayasa telah memperoleh izin publikasi bookbuilding dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Agustus 2026, sehingga proses IPO dapat dijalankan. 

"Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa," kata Direktur Utama PT Swayasa Perkasa Tbk, Bondan Ardiningtyas dalam keterangan tertulis.

Setelah masa bookbuilding berakhir, perseroan bersama Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Underwriter), Sukadana Prima Sekuritas (AD) akan menetapkan harga IPO final dengan mengacu pada hasil bookbuilding dan kondisi pasar.

Sesuai jadwal indikatif, tanggal efektif dari OJK ditargetkan bisa diperoleh pada 31 Agustus 2026. Dengan begitu, masa penawaran umum perdana saham (offering) diproyeksikan 2-8 September 2026 dengan pencatatan saham di BEI pada 10 September 2026.

Sejalan dengan proses go public, perseroan terus memperkuat fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan. Langkah tersebut mencakup penyempurnaan tata kelola, penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan kualitas pelaporan, penataan proses bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta peluasan jaringan produksi dan pemasaran.

Perseroan juga terus berkoordinasi dengan pemegang saham, penjamin pelaksana emisi efek, serta lembaga profesi dan penunjang pasar modal untuk memastikan seluruh tahapan IPO dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Swayasa didirikan pada 2012 sebagai perusahaan hilirisasi riset dan perguruan tinggi dengan fokus portofolio usaha di tiga bidang, yakni alat kesehatan, obat tradisional dan produk herbal, serta pangan fungsional.

Sejumlah produk yang telah dikembangkan mencakup alat kesehatan untuk perawatan luka, bedah saraf, kedokteran gigi, dan dukungan pernapasan. Portofolio tersebut antara lain RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, dan DivaBirth. Selain itu, perseroan juga mengembangkan berbagai produk herbal dan pangan fungsional berbasis hasil riset perguruan tinggi.

Awalnya, Swayasa menjadi motor komersialisasi hasil riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Kini, perusahaan berkembang dan menjadi ekosistem hilirisasi dan komersialisasi hasil riset serta inovasi yang ditransformasikan menjadi produk industri yang kompetitif.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE