MARKET NEWS

Swayasa (SWAP) Bakal Gunakan Dana IPO untuk Beli Bahan Baku hingga Bangun Gedung Baru

Rahmat Fiansyah 23/08/2026 17:40 WIB

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) siap memulai tahap penawaran awal (bookbouilding) pada 24-27 Agustus 2026.

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) siap memulai tahap penawaran awal (bookbouilding) pada 24-27 Agustus 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) siap memulai tahap penawaran awal (bookbouilding) pada 24-27 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian dari rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Swayasa yang terafiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) didirikan pada 2012 dan beroperasi secara komersial pada 2014. Perusahaan selama ini fokus pada hilirisasi riset perguruan tinggi dengan portofolio usaha di tiga bidang utama, yakni alat kesehatan (alkes), obat tradisional dan produk herbal, serta pangan fungsional.

Sejumlah produk yang telah dikembangkan mencakup akes untuk perawatan luka, bedah saraf, kedokteran gigi, dan dukungan pernapasan. Portofolio tersebut antara lain RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, dan DivaBirth. Perseroan juga mengembangkan berbagai produk herbal dan pangan fungsional berbasis hasil riset perguruan tinggi.

Mengacu prospektus yang diterbitkan Minggu (23/8/2026), Swayasa akan menerbitkan 323 juta saham baru atau setara 30,30 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Sementara harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp130-Rp140, sehingga perseroan berpeluang memperoleh dana sebanyak-banyak Rp42,5 miliar, belum dipotong biaya-biaya emisi.

Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi efek akan dimanfaatkan untuk tiga hal. Pertama, Rp15,8 miliar untuk modal kerja dengan rincian Rp5 miliar untuk membeli bahan baku elektromedis dan nonelektromedis, lalu Rp2,3 miliar untuk membeli peralatan penunjang produksi, kemudian Rp4,6 miliar untuk operasional perusahaan, Rp2 miliar untuk pemasaran, dan sisanya lain-lain, termasuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan produk.

Di luar modal kerja, dana IPO akan dipakai sebesar Rp12,2 miliar untuk belanja modal. Rinciannya Sekitar Rp10,7 miliar digunakan untuk membangun gedung baru di Purwomartani, Sleman, DIY yang lokasinya 1,5 kilometer (km) dengan gedung lama yang menjadi pusat aktivitas produksi. 

Rencananya gedung baru akan dimanfaatkan untuk kepentingan manajemen serta distribusi pemasaran. Gedung baru dinilai diperlukan karena hingga saat ini perseroan belum memiliki gedung yang terpisah dengan fasilitas produksi, sehingga ruang produksi belum dapat dioptimalkan.

Rencananya, pembangunan akan dilakukan oleh PT Mutiara Timur Indonesia yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Meski begitu, sampai saat ini belum ada kontrak resmi dengan vendor tersebut.

Selain gedung, Rp10 miliar untuk membeli kendaraan logistik dan operasional serta Rp500 juta untuk membeli perlengkapan gedung baru seperti furnitur, AC, interior, serta instalasi.

Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan dana IPO untuk membayar utang senilai Rp12 miliar. Rinciannya, utang kepada pemegang saham pengendali, PT Gama Multi Usaha Mandiri Rp2 miliar dengan sisa saldo utang Rp8,27 miliar, serta melunasi utang kepada Yayasan UGM sebesar Rp10 miliar.

“Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa,” ujar Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas dalam keterangan tertulis.

Ke depan, perseroan akan fokus pada pengembangan produk kesehatan dalam negeri sebagai salah satu pilar pertumbuhan. Melalui kolaborasi dengan peneliti, tenaga kesehatan, mitra industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan jaringan distribusi, Swayasa berupaya mempercepat proses hilirisasi agar hasil riset dapat berkembang menjadi produk yang digunakan secara luas oleh masyarakat.

Berikut gambaran penggunaan dana IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk:

1. Modal Kerja Rp15,8 miliar
- Bahan baku Rp5 miliar
- Operasional (gaji karyawan, perizinan, transportasi, utilitas kantor, dll) Rp4 miliar
- Peralatan penunjang produksi (dehumidifier, handpallet, forklift, dll) Rp2,3 miliar
- Pemasaran produk dan jejaring (business matching, pameran, dll) Rp2 miliar
- SDM Rp500 juta
- Sistem ERP Rp400 juta

2. Belanja Modal Rp12,2 Miliar
- Pembangunan gedung baru Rp10,7 miliar
- Kendaraan logistik dan operasional Rp1 miliar.
- Peralatan gedung baru (furniture, AC, dll) Rp500 juta

3. Pembayaran Utang Rp12 Miliar
- Membayar sebagian utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri Rp2 miliar
- Melunasi utang kepada Yayasan UGM Rp10 miliar

(Rahmat Fiansyah)

SHARE