MARKET NEWS

Tambah Free Float, MUFG Bank Lepas 4,53 Persen Saham Adira Finance (ADMF)

Rahmat Fiansyah 04/10/2026 10:00 WIB

MUFG Bank Ltd melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF).

MUFG Bank Ltd melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF). (Foto: Ist)

IDXChannel - MUFG Bank Ltd melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF). Langkah ini dilakukan untuk memperbesar porsi kepemilikan saham publik alias free float.

"Penjualan sebagian saham untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float," kata MUFG Bank dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (4/10/2026).

MUFG Bank menjual hampir 56 juta atau 4,53 persen saham ADMF pada harga rata-rata Rp7.800 per saham. Dengan transaksi ini, porsi saham MUFG Bank menyusut menjadi 177,5 miliar saham, mewakili 14,36 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.

MUFG Bank adalah pemegang saham pengendali Adira Finance bersama entitasnya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Sebelum transaksi, pengendali menguasai 93,4 persen saham ADMF.

Dengan konsentrasi tersebut, publik hanya memiliki 5,8 persen saham ADMF, sedangkan sisa 0,79 persen merupakan saham treasuri atau saham hasil buyback.

Dengan adanya divestasi ini, maka free float pada saham ADMF berada di level 10,33 persen, sesuai target manajemen meski meleset dari tenggat waktu.

Adira Finance sebelumnya menargetkan free float sebesar 10 persen bisa dicapai pada akhir Juni 2026. Keputusan menaikkan free float tersebut saat itu masih didiskusikan antara perseroan bersama pemegang saham pengendali.

"Perseroan akan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," kata Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum pada awal Juli 2026.

Adira Finance sebelumnya melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Mandala Finance pada 26 Juni 2025, mengacu pada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai rencana, kenaikan free float menjadi 10 persen ditargetkan terpenuhi satu tahun setelah merger.

Merger tersebut juga dibarengi dengan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang membuat saham pengendali lewat MUFG Bank dan Bank Danamon naik signifkan dan menekan porsi free float.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE