MARKET NEWS

TBIG Berencana Tambah Lini Bisnis Baru di Bidang Jasa Gerbang Akses Internet

Dhera Arizona Pratiwi 21/08/2026 06:00 WIB

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyampaikan rencana penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP).

TBIG Berencana Tambah Lini Bisnis Baru di Bidang Jasa Gerbang Akses Internet. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyampaikan rencana penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP), yang merupakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) No. 61107.

Dilansir dari keterbukaan informasi, Kamis (20/8/2026), manajemen TBIG menyatakan, perseroan telah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam pengelolaan rencana penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP).

Dalam hal ini, perseroan melalui entitas anaknya; PT Tower Bersama (TB) dan entitas anak lainnya merupakan entitas bisnis yang telah mature di bidang infrastruktur telekomunikasi dan pengembangannya.

"Sehingga, pelaksanaan kegiatan usaha NAP dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang telah berjalan selama ini," ujarnya.

Untuk melaksanakan kegiatan usaha NAP, manajemen akan membentuk unit khusus pelaksana kegiatan operasional NAP di bawah Direktorat Pengembangan dan Implementasi, sehingga tidak terdapat perubahan signifikan terhadap struktur organisas TB.

Operasional NAP memerlukan tim dengan kompetensi teknis di bidang jaringan, keamanan siber dan manajemen sistem, yang mencakup antara lain fungsi network architect, network engineer, NOC engineer (shift 24 jam), IP address & routing administrator, system administrator, accounte manager/sales engineer, serta fungsi finance & compliance.

Manajemen menerangkan, kegiatan usaha NAP berperan sebagai lapisan penghubung antara jaringan internet distribusi lokal dengan infrastruktur jaringan backbone internet internasional, untuk mendukung kebutuhan layanan akses jaringan internet berbasis protokol internet (IP) kepada pelanggan, khususnya Internet Service Provider (ISP), korporasi dan institusi dengan skema bisnis B2B.

Model bisnis NAP yang akan direalisasikan dirancang sebagai platform penyedia transit internet tingkat grosir (wholesale IP transit). Rencana ini mempertimbangkan potensi sinergi nilai tambah dari kapasitas yang telah dimiliki grup, antara lain jaringan serat optik sepanjang kurang lebih 60.000 km, kepemilikan menara telekomunikasi, data center serta entitas anak yang bergerak di bidang penyedia jasa internet (ISP), sehingga terdapat captive market internal dengan target pelanggan ISP Tier 2-3 dan korporasi.

"Dengan demikian, pengembangan bisnis NAP tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun tambahan investasi yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang belum memiliki jaringan menara telekomunikasi dan backbone jaringan serat optik," katanya.

Saat ini, perseroan telah mengoperasikan menara telekomunikasi dan micro cell pole untuk disewakan kepada perusahaan operator telekomunikasi dengan perjanjian sewa jangka panjang.

Sebelum dapat melakukan penambahan kegiatan usaha tersebut, perseroan wajib memperoleh persetujuan dari para pemegang saham perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS rencananya akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026.

(Dhera Arizona)

SHARE