TBIG Ekspansi ke Bisnis Gerbang Akses Internet, Bidik Pasar ISP dan Korporasi
Pengembangan bisnis Jasa Gerbang Akses Internet akan memanfaatkan ekosistem infrastruktur yang telah dimiliki Grup TBIG.
IDXChannel - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menambah usaha di bidang Jasa Gerbang Akses Internet atau Network Access Point (NAP).
Pengembangan bisnis NAP akan memanfaatkan ekosistem infrastruktur yang telah dimiliki Grup TBIG, mulai dari jaringan serat optik sepanjang sekitar 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, pusat data (data center), hingga anak usaha yang bergerak di bidang penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP).
Manajemen menjelaskan, anak usaha TBIG, PT Tower Bersama (TB) selama ini telah mengoperasikan menara telekomunikasi dan micro cell pole yang disewakan kepada operator telekomunikasi melalui kontrak jangka panjang.
"Pengembangan kegiatan usaha NAP diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari infrastruktur telekomunikasi yang telah dimiliki Grup," tulis manajemen TBIG dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/7/2026).
NAP merupakan layanan yang menghubungkan jaringan internet distribusi lokal dengan jaringan backbone internet internasional. Layanan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akses internet berbasis protokol internet (IP), khususnya bagi ISP, pelanggan korporasi, dan institusi melalui skema business-to-business (B2B).
TBIG akan mengembangkan model bisnis sebagai penyedia layanan wholesale IP transit. Perseroan menilai, strategi tersebut memiliki captive market internal melalui entitas anak yang bergerak di bidang ISP, sekaligus menyasar pelanggan ISP Tier 2 dan Tier 3 serta segmen korporasi.
Dengan dukungan infrastruktur yang telah tersedia, ekspansi ke bisnis NAP tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun investasi yang besar sebagaimana perusahaan yang belum memiliki jaringan menara telekomunikasi dan backbone serat optik.
Untuk menjalankan bisnis baru tersebut, perseroan akan membentuk unit operasional khusus NAP di bawah Direktorat Pengembangan dan Implementasi tanpa mengubah struktur organisasi secara signifikan.
Adapun operasional NAP akan didukung tenaga ahli di bidang jaringan, keamanan siber, dan manajemen sistem, seperti network architect, network engineer, NOC engineer, administrator IP dan routing, system administrator, hingga account manager.
Sebagian besar kebutuhan sumber daya manusia tersebut akan dipenuhi dari tenaga kerja yang telah dimiliki Grup TBIG dan berpengalaman dalam pengelolaan infrastruktur telekomunikasi, jaringan serat optik, serta layanan internet.
(DESI ANGRIANI)