MARKET NEWS

Telkom (TLKM) Dongkrak Bisnis Enterprise, Ruang Pertumbuhan Masih Besar

Rahmat Fiansyah 17/08/2026 15:00 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus memperkuat bisnis enterprise untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus memperkuat bisnis enterprise untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus memperkuat bisnis enterprise untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN, hingga dunia usaha.

Direktur Enterprise & Business Service  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine mengatakan, penguatan bisnis enterprise menjadi bagian dari transformasi Telkom melalui strategi TLKM 30. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi strategis bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro beberapa waktu lalu.

Selaras dengan transformasi tersebut, Telkom Enterprise melakukan restrukturisasi untuk membenahi organisasi, memperkuat tata kelola, serta menyederhanakan proses bisnis agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasar segmen business-to-business (B2B).

Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari sinergi Telkom dengan Danantara dalam memperkuat kapabilitas digital nasional untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan, termasuk artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, dan AI sovereignty.

“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita dalam keterangan resmi dikutip Senin (17/8/2026).

Dia menjelaskan, berbagai solusi digital seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal. Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise untuk menghadirkan layanan digital yang terintegrasi sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelanggan.

Saat ini, bisnis enterprise berkontribusi sekitar 11 persen terhadap pendapatan Telkom atau senilai Rp19 triliun. Kontribusi tersebut dinilai masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan, mengingat bisnis enterprise pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global dapat menyumbang 20-30 persen atau lebih terhadap total pendapatan.

“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” jelas Veranita.

Ke depan, Telkom akan memperkuat sinergi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber sebagai fondasi untuk menghadirkan solusi digital end-to-end. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing nasional, mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, serta mendukung kedaulatan digital Indonesia.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE