Telkom (TLKM) Naikkan Alokasi Dana Buyback Saham 4 Kali Lipat dari Rencana Awal
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menaikkan alokasi dana pembelian kembali saham (share buyback) hingga empat kali lipat dari rencana awal.
IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menaikkan alokasi dana pembelian kembali saham (share buyback) hingga empat kali lipat dari rencana awal. Alokasi dana buyback saham yang sebelumnya ditetapkan Rp1 triliun dinaikkan menjadi Rp4 triliun.
Keputusan menaikkan dana alokasi tersebut di tengah tekanan harga saham TLKM, seiring koreksi tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham TLKM yang sempat menyentuh level Rp4.000 pada awal tahun, kembali melemah dan saat ini berada di angka Rp2.900 per saham.
"Jumlah nilai keseluruhan pembelian kembali saham diperkirakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp4 triliun," kata manajemen Telkom melalui keterbukaan informasi, Kamis (4/6/2026).
Pelaksanaan buyback saham tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023. Proses buyback saham akan dilaksanakan selama 12 bulan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Telkom telah menjadwalkan RUPS pada 8 Juni 2026. Dengan begitu, buyback saham akan dilakukan mulai 9 Juni dan berakhir pada 8 Juni 2027, kecuali manajemen memutuskan buyback saham dihentikan karena alasan-lasan tertentu, termasuk jika dana yang dialokasikan habis.
Manajemen Telkom menyebut, dana buyback saham tersebut berasal dari kas internal. Angka itu sudah termasuk biaya transaksi buyback saham, biaya perantara, dan biaya lainnya terkait buyback.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan. Dana tersebut dipastikan tidak akan mengganggu operasional dan keuangan perseroan.
"Sumber pendanaan yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham berasal dari optimalisasi kas perseroan," ujar manajemen Telkom.
Posisi keuangan Telkom saat ini sangat kuat. Hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas perusahaan telekomunikasi itu mencapai Rp37,55 triliun.
Telkom juga memiliki mesin kas yang kuat di mana arus kas dari aktivitas operasional dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp17,29 triliun. Angka itu berasal dari penerimaan kas pelanggan yang mencapai Rp36,97 triliun setelah dikurangi pembayaran kas kepada karyawan hingga vendor.
(Rahmat Fiansyah)