MARKET NEWS

TGUK Tuntaskan Seluruh Masalah Penyebab Suspensi Saham

Rahmat Fiansyah 02/07/2026 04:00 WIB

PT Platinum Wahab Indonesia Tbk (TGUK) melaporkan bahwa seluruh isu yang menjadi penyebab suspensi saham telah diselesaikan.

PT Platinum Wahab Indonesia Tbk (TGUK) melaporkan bahwa seluruh isu yang menjadi penyebab suspensi saham telah diselesaikan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Platinum Wahab Indonesia Tbk (TGUK) melaporkan bahwa seluruh isu yang menjadi penyebab suspensi saham telah diselesaikan. Suspensi saham TGUK hingga saat ini berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Terdampat empat isu yang menjadi penyebab suspensi saham TGUK. Pertama, penyelesaian sanksi administratif yang sudah diselesaikan pada 29 April 2026. Kedua, penyampaian kinerja keuangan kuartal I-2026 yang tuntas pada 30 April 2026.

Kemudian, perseroan juga telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa pada 29 April 2026. Terakhir, perseroan melaksanakan Paparan Publik pada 10 Juni.

Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada mengatakan, perseroan telah menyelesaikan seluruh rencana pemulihan atas suspensi tersebut dan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Perseroan akan terus memenuhi seluruh ketentuan di bidang pasar modal serta berkoordinasi dengan OJK, Bursa, dan otoritas terkait lainnya dalam rangka pemenuhan kewajiban sebagai perusahaan tercatat," katanya dalam surat dikutip Rabu (1/7/2026).

BEI hingga saat ini menerapkan suspensi atas saham TGUK yang bertengger di level Rp137 per saham. Dengan demikian, pemilik saham tidak bisa menjual atau membeli saham perseroan.

Selama masa suspensi, perseroan yang tengah dibidik Visionary Capital Global Pte ltd (VCG) telah melakukan sejumlah perubahan mulai dengan masuknya wajah baru dalam jajaran manajemen hingga mengubah arah bisnis ke daging beku (frozen meat).

Dalam paparan publik, perseroan berencana mengakuisisi PT Sumber Prima Anugrah Abadi untuk memperkuat bisnis barunya. Demi mewujudkan hal ini, rencana rights issue disiapkan sambil menanti suspensi saham dicabut.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE