Tiga Saham Tambang Ini Jadi Sorotan Analis, Intip Proyeksinya
Saham-saham sektor pertambangan masih menjadi pilihan analis untuk perdagangan jangka pendek pada pekan 6-10 Juli 2026.
IDXChannel – Saham-saham sektor pertambangan masih menjadi pilihan analis untuk perdagangan jangka pendek pada pekan 6-10 Juli 2026.
BRI Danareksa Sekuritas memasukkan tiga emiten tambang, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), ke dalam daftar rekomendasi mingguan.
Menurut BRI Danareksa, ketiga saham tersebut dipilih karena didukung kombinasi sentimen teknikal, akumulasi investor asing, serta fundamental yang masih solid.
UNTR menjadi pilihan utama berkat derasnya akumulasi investor asing. Dalam tiga bulan terakhir, saham ini mencatat net buy asing sekitar Rp299 miliar.
Dari sisi teknikal, UNTR dinilai tengah membentuk pola cup and handle dengan level neckline di kisaran Rp23.025 sehingga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance Rp24.150 hingga Rp25.550.
Untuk strategi perdagangan, BRI Danareksa merekomendasikan akumulasi di rentang Rp23.100-Rp23.500, dengan target pertama Rp24.150 dan target lanjutan Rp25.550. Kemudian, batas stop loss berada di bawah Rp23.000.
Sementara itu, BUMI dinilai menarik karena mulai kembali diakumulasi investor asing dengan nilai sekitar Rp43,78 miliar. Secara teknikal, saham batu bara tersebut membentuk pola double bottom dengan area support penting di kisaran Rp126-Rp136.
Apabila level tersebut mampu dipertahankan, saham BUMI diperkirakan berpotensi rebound menuju resistance Rp148 hingga Rp167. BRI Danareksa merekomendasikan pembelian pada kisaran Rp135-Rp140 dengan target Rp148 dan Rp167, serta stop loss di bawah Rp125.
Di sisi lain, INCO memperoleh dukungan dari kombinasi fundamental dan teknikal. Perseroan membukukan laba bersih kuartal I-2026 sebesar Rp734,8 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp361,5 miliar.
Meski tren jangka pendek masih cenderung bearish, BRI Danareksa menilai saham INCO memiliki peluang rebound dari area support Rp3.960-Rp4.360.
Target kenaikan berada di level Rp4.970 sebagai target pertama dan Rp5.350 sebagai target berikutnya, dengan stop loss di bawah Rp3.950.
“UNTR unggul dari sisi akumulasi asing, BUMI menawarkan peluang rebound teknikal, dan INCO didukung pertumbuhan laba yang solid,” tulis BRI Danareksa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.