Tok, Bank Jatim (BJTM) Tetapkan Dividen Tunai Rp850 Miliar untuk Tahun Buku 2025
RUPST PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (BJTM) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp850,17 miliar untuk tahun buku 2025.
IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (BJTM) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp850,17 miliar untuk tahun buku 2025. Dividen itu ekuivalen dengan Rp56,62 per saham.
Penetapan dividen tersebut mencerminkan konsistensi Bank Jatim yang terus meningkatkan nilai dividen setiap tahun kepada pemegang saham. Untuk tahun buku 2024, BPD itu menetapkan dividen sebesar Rp54,71 per saham.
Sepanjang tahun 2025, Bank Jatim membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen tersebut mencapai 55 persen.
Pada penutupan perdagangan sore ini, harga saham BJTM mencapai Rp590 per saham dengan nilai pasar Rp8,86 triliun. Dividen tersebut mencerminkan return sebesar 9,6 persen.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo mengatakan, bank menutup kinerja tahun 2025 dengan baik di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Bank Jatim menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja mulai dari mendorong rasio dana murah dan obligasi hingga penyaluran pinjaman yang selektif.
"Perseroan terus berupaya untuk dapat menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur," katanya, Rabu (6/5/2026).
Sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit Bank Jatim (bank only) tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen menjadi Rp67,24 triliun. Kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer Rp36,54 triliun (+6,2 persen) dan kredit produktif Rp30,70 triliun (+3,55 persen).
Bank Jatim juga berupaya memperbaiki kualitas aset lewat sejumlah langkah. Di antaranya mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan persentase recovery rate 18,6 persen atau setara Rp182 miliar dan proses restrukturisasi kepada debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Hingga akhir 2025, total kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp4,17 triliun.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Jatim fokus mendorong porsi dana murah dengan cara menggunakan pendekatan transaction banking dan bisnis ekosistem. Hal ini tercermin dari pertumbuhan giro hingga 12,5 persen menjadi Rp21,4 triliun.
Selain itu, Bank Jatim telah menuntaskan seluruh tahapan Kelompok Usaha Bank (KUB), sehingga kini menjadi induk bagi 5 BPD yang mencakup Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.
(Rahmat Fiansyah)