MARKET NEWS

Tumbuh 1.107 Persen, ITSEC Asia Tbk (CYBR) Kantongi Laba Usaha hingga Rp23,01 Miliar

Taufan Sukma Abdi Putra 31/08/2026 21:39 WIB

CYBR kini lebih berfokus pada upaya menjaga momentum kondusif yang ada, sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis.

Tumbuh 1.107 Persen, ITSEC Asia Tbk (CYBR) Kantongi Laba Usaha hingga Rp23,01 Miliar (foto: iNews Media Grpup)

IDXChannel - Mulai terealisasinya sejumlah proyek utama menjadi penopang utama bagi PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) dalam meraup pendapatan sebesar Rp115,03 miliar di sepanjang triwulan II-2026. Capaian tersebut terhitung tumbuh sebesar 21 persen dibanding realisasi pendapatan Perseroan pada periode sama tahun sebelumnya, yang tercatat masih sebesar Rp95,05 miliar.

Yang menarik, dengan deretan proyek utama yang telah berjalan, emiten penyedia layanan dan solusi keamanan siber (cybersecurity) tersebut mampu mengantongi laba usaha sebesar Rp23,01 miliar, atau melejit hingga 1.107 persen secara tahunan, dibanding posisi Rp1,81 miliar pada triwulan II-2025 lalu.

"Kinerja kami di triwulan II-2026 mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut, serta realisasi sejumlah proyek utama di sepanjang periode tersebut, yang mendorong meningkatnya pendapatan, serta lonjakan yang kuat dalam hal laba usaha dan juga laba sebelum pajak," ujar Presiden Direktur CYBR, Patrick Dannacher, dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

Sebagaimana disampaikan dalam Laporan Keuangan (LK) Perseroan, nilai laba sebelum pajak CYBR juga melesat, dari semula Rp1,51 miliar pada triwulan II-2025, tumbuh hingga 1.407 persen menjadi Rp22,69 miliar pada periode sama tahun ini.

Dengan rangkaian capaian positif tersebut, Dannacher pun menyatakan bahwa pihaknya kini lebih berfokus pada upaya menjaga momentum kondusif yang ada, sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis.

Pilihan fokus tersebut tak lepas dari optimisme CYBR dalam memandang potensi bisnis di paruh kedua 2026 ini, di mana sejumlah proyek Perseroan diperkirakan bakal lebih banyak lagi terealisasi hingga akhir tahun.

Pada Juli 2026, CYBR bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama tersebut mencakup solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy serta pengembangan bisnis untuk menjangkau kebutuhan BUMN dan pemerintah provinsi maupun daerah.

Pada bulan yang sama, CYBR bersama PT Len Industri (Persero) juga telah mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR Perseroan.

"Ke depan, kami akan terus melihat peluang di segmen BUMN dan pemerintah, dengan senantiasa memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk melalui kerja sama dengan PT INTI dan DEFEND ID, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital," ujar Dannacher.

Sedangkan, dari sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy juga tetap akan menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.

Kebutuhan tersebut diyakini semakin meningkat seiring percepatan adopsi digital dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang keamanan siber dan AI.

Dalam hal ini, Perseroan melihat perkembangan kebijakan keamanan siber Indonesia sebagai faktor yang dapat memperluas kebutuhan pasar. 
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang saat ini masih dalam proses pembahasan diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.

Memasuki Semester II 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis serta penguatan kapabilitas keamanan siber dan AI untuk mendukung pertumbuhan Perseroan.

Pada 5 Agustus 2026 lalu, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru, mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan dan memperluas visibilitas Perseroan di kalangan investor institusi.

"Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia," ujar Dannacher.

(taufan sukma)

SHARE