MARKET NEWS

Tumbuh 43,7 Persen, Pyridam Farma (PYFA) Kantongi Penjualan Rp2,76 Triliun di 2025

Taufan Sukma Abdi Putra 07/04/2026 15:38 WIB

pertumbuhan penjualan bersih PYFA di 2025 ditopang oleh ekspansi kuat pada lini Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO).

Tumbuh 43,7 Persen, Pyridam Farma (PYFA) Kantongi Penjualan Rp2,76 Triliun di 2025 (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) baru saja merilis hasil kinerjanya di sepanjang 2025 lalu, dengan mengantongi nilai penjualan sebesar Rp2,76 triliun hingga akhir tahun.

Capaian tersebut terhitung tumbuh sebesar 43,7 persen secara tahunan (year on year/YoY), dibanding realiasi penjualan di 2024, yang tercatat masih sebesar Rp1,92 triliun.

Berdasarkan Laporan Keuangan yang telah dirilis oleh manajemen Perseroan, posisi EBITDA PYFA pada 2025 lalu juga mencapai Rp203,7 miliar, dengan nilai laba bruto sebesar Rp583 miliar.

"Hal ini mencerminkan peningkatan skala bisnis serta kontribusi dari lini usaha dengan margin yang lebih baik," ujar Direktur PYFA, Sinta Ningsih, dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Menurut Sinta, pertumbuhan penjualan bersih PYFA di 2025 ditopang oleh ekspansi kuat pada lini Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO), yang semakin menjadi salah satu pilar strategis bagiu kinerja Perseroan.

Permintaan yang terus meningkat, baik dari perusahaan farmasi domestik maupun global, memperkuat posisi PYFA sebagai mitra manufaktur terpercaya dan terintegrasi di tengah tren jasa maklon di industri farmasi.

Dalam kurun lima tahun terakhir, Sinta menjelaskan, pihaknya secara konsisten melakukan ekspansi kapasitas produksi dan memperkuat infrastruktur manufaktur.

"Peningkatan kapasitas ini menjadi krusial bagi kami, untuk menangkap peluang dari pasar CDMO yang terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan spesialisasi di industri farmasi global," ujar Sinta.

Beberapa produk inovatif yang menjadi penopang pertumbuhan diantaranya Cytoflavin, Reamberin, Syalox, serta lini steril injeksi.

Meski demikian, Sinta juga tak menampik bahwa pasar farmasi nasional pada 2025 lalu cukup dipenuhi tantangan, namun pencapaian Perseroan diklaim Sinta dapat menjadi bukti bahwa fundamental kinerja PYFA cukup resilien dalam menghadapi dinamika yang ada.

Memasuki fase berikutnya, fokus utama Perseroan bergeser pada optimalisasi profitabilitas, di mana PYFA disebut Sinta bakal menerapkan langkah-langkah efisiensi operasional yang jauh lebih ketat dan terukur di seluruh lini bisnis.

"Strategi itu penting guna memastikan bahwa kami dapat beroperasi secara lebih lean dan disiplin demi menopang pertumbuhan jangka panjang
yang sehat," ujar Sinta.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Perseroan masih mencatatkan rugi bersih, yang dipengaruhi oleh tingginya beban operasional dan investasi strategis yang sedang berlangsung.

SInta mengungkap bahwa fase ini merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas jangka panjang dan memperluas posisi PYFA dalam ekosistem
kesehatan yang lebih luas.

Salah satu investasi strategis yang dilakukan PYFA di 2025 yaitu konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, New South Wales, Australia dan pembangunan fasilitas Line 3 di Cikarang yang telah rampung pada akhir tahun.

Fasilitas di Kemps Creek juga telah beroperasi penuh pada akhir tahun 2025, sementara fasilitas Line 3 di Cikarang yang memiliki kapasitas produksi dua kali lipat lebih besar dibandingkan Line 2 siap melakukan kegiatan komersil di 2026 ini.

"Beberapa strategi pertumbuhan kami di 2026 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu ekspansi fasilitas produksi steril di Cikarang (Line 4 dan 5), penguatan layanan CDMO, serta fokus pada portofolio produk terapeutik bernilai tinggi dan berlisensi," ujar Sinta.

Langkah ini, dikatakan Sinta, turut didukung oleh aksi korporasi selektif yang menjadikan PYFA sebagai perusahaan dengan ekosistem kesehatan yang lengkap dari hulu ke hilir.

Dengan kombinasi kapabilitas manufaktur, akses kepada kemitraan global, serta strategi ekspansi yang terukur, Perseroan melihat peluang untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai nilai industri kesehatan, baik di pasar domestik maupun internasional.

(taufan sukma)

SHARE