Ujian Wall Street Pekan Ini, Isu AI Masih Bayangi Sektor Teknologi
Guncangan di sektor teknologi yang dipicu kecerdasan buatan (AI) diperkirakan membuat investor saham di Wall Street tetap waspada pada pekan ini.
IDXChannel - Guncangan di sektor teknologi yang dipicu kecerdasan buatan (AI) diperkirakan membuat investor saham di Wall Street tetap waspada pada pekan ini.
Aksi jual yang kian dalam pada saham-saham perangkat lunak masih berlanjut, seiring kekhawatiran investor mengenai sejauh mana AI akan mengubah model bisnis di seluruh industri.
Pelemahan lebih lanjut di sektor teknologi, yang memiliki bobot besar dalam indeks saham utama AS, menekan pasar selama sebagian besar pekan.
Pada Jumat pekan lalu, saham-saham mencatat rebound kuat, dengan indeks Dow Jones Industrial Average menembus 50.000 untuk pertama kalinya, dipimpin lonjakan saham perusahaan semikonduktor.
Di balik permukaan, investor justru terdorong oleh rotasi dari sektor teknologi ke sektor lain di pasar yang sebelumnya tertinggal selama sebagian besar reli bullish yang dimulai lebih dari tiga tahun lalu. Saat teknologi kesulitan, sektor energi, barang kebutuhan pokok konsumen, dan industri justru bersinar sepanjang tahun ini.
"Rotasi adalah tema dominan tahun ini dan tampaknya akan terus berlanjut seiring sektor ekonomi lama dan saham-sahamnya mulai kembali diminati,” kata senior global investment strategist di Edward Jones. Angelo Kourkafas, dilansir Investing, Senin (9/2/2026).
Di saat yang sama, ekspektasi terhadap sektor teknologi sudah sangat tinggi sehingga apa pun laporan kinerja perusahaan, kecenderungan alami investor tampaknya adalah mengambil untung.
Meski sektor teknologi bangkit pada Jumat, kelompok ini telah turun 9 persen sejak mencapai puncak tahunan pada akhir Oktober.
Tekanan kini terpusat pada sektor perangkat lunak, dengan indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 anjlok 15 persen dalam sedikit lebih dari sepekan. Kekhawatiran tentang disrupsi AI diperparah oleh laporan laba yang mengecewakan, termasuk dari raksasa perangkat lunak Microsoft.
Dampak pada saham perangkat lunak menegaskan bahwa investor semakin berupaya mengidentifikasi pemenang dan pecundang dari AI.
“Dulu narasinya, AI mengangkat semua kapal. Sekarang ada kekhawatiran bahwa percepatan besar di ruang teknologi ini bisa membuat bisnis lain tidak lagi melihat laju pertumbuhan seperti sebelumnya," kata co-chief investment strategist di Manulife John Hancock Investments, Matthew Miskin.
Pekan ini akan dirilis laporan dari industri perangkat lunak, termasuk AppLovin dan Datadog. Hasil kinerja juga akan dirilis oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Coca-Cola, Cisco Systems, dan McDonald’s seiring musim laporan laba kuartal keempat mendekati akhir.
DATA TENAGA KERJA DAN INFLASI MENANTI
Selain laporan keuangan emiten, data ekonomi seperti ketenagakerjaan dan inflasi konsumen akan dirilis setelah sempat tertunda akibat shutdown pemerintah selama tiga hari.
Laporan nonfarm payrolls Januari, yang akan dirilis Rabu, diperkirakan menunjukkan penambahan 70.000 lapangan kerja, menurut jajak pendapat Reuters.
Investor berusaha menilai apakah pelemahan di pasar tenaga kerja sudah mereda, meski The Fed menyebut pasar kerja mulai stabil saat mempertahankan suku bunga bulan lalu. Sebuah survei pada Kamis menunjukkan PHK yang diumumkan oleh perusahaan AS melonjak pada Januari.
Sementara itu, inflasi masih dianggap cukup tinggi oleh The Fed, dengan indeks harga konsumen Januari yang akan dirilis Jumat memberikan gambaran terbaru mengenai tren tersebut.
(NIA DEVIYANA)