MARKET NEWS

Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Catat Kenaikan Mingguan Seiring Melandainya Harga Minyak

Kunthi Fahmar Sandy 10/10/2026 06:51 WIB

Indeks NASDAQ Composite ditutup pada level 27.366,17, naik 172,83 poin atau 0,64 persen pada hari Jumat, sementara Dow Jones Industrial Average naik 423,54 poin

Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Catat Kenaikan Mingguan Seiring Melandainya Harga Minyak (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street menguat pada hari Jumat, di mana Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan mingguan.

Hal ini seiring bangkitnya kembali saham-saham teknologi dan melandainya harga minyak, akibat berkurangnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Timur Tengah. Sementara itu kesepakatan spektrum SpaceX menekan saham-saham sektor telekomunikasi.

Dilansir dari laman Investing Sabtu (10/10/2026), Indeks NASDAQ Composite ditutup pada level 27.366,17, naik 172,83 poin atau 0,64 persen pada hari Jumat, sementara Dow Jones Industrial Average naik 423,54 poin atau 0,83 persen dan berakhir di angka 51.655,18.

Kedua indeks tersebut menutup sesi perdagangan dengan kenaikan dan mencatatkan penguatan mingguan, melanjutkan pemulihan setelah sempat turun akibat sektor teknologi pada awal pekan.

"Pasar saham AS memulihkan kerugian hari Kamis berkat dua kabar yang muncul semalam. Pernyataan Presiden Trump bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu (midterm) telah mengurangi premi risiko perang pada harga minyak mentah, sehingga harga minyak Brent kembali turun mendekati level USD103," ujar Jesse Marre, Manajer Portofolio Senior di Hilbert Group, kepada Investing.com.

Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa indeks sentimen konsumen awal bulan Oktober dari University of Michigan turun menjadi 46,3 dari 48,1 pada bulan September; angka ini berada di bawah perkiraan ekonom yang memprediksi angka 48. 

Penurunan ini mencerminkan meningkatnya frustrasi masyarakat terkait biaya hidup dan kekhawatiran akan prospek ekonomi, yang sekaligus meredam optimisme akibat pemulihan pasar saham.

Indeks sentimen tersebut kini bergerak mendekati rekor terendah sebesar 44,8 yang tercatat pada bulan Mei. Jika penurunan ini bertahan hingga pembacaan akhir bulan Oktober yang dijadwalkan rilis akhir bulan ini, maka angka tersebut akan menjadi level terendah kedua yang pernah tercatat.

Inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil namun menunjukkan momentum terbatas telah membebani kepercayaan konsumen selama 18 bulan terakhir. Data terbaru ini menambah kekhawatiran mengenai belanja rumah tangga, yang merupakan penggerak utama ekonomi AS.

Saham teknologi memimpin pemulihan

Saham-saham teknologi berkapitalisasi pasar sangat besar (megacap) menguat, membantu pemulihan pasar secara keseluruhan setelah aksi jual yang dipicu sektor teknologi pada hari Kamis. 

Menurut data pasar Reuters, Tesla naik 1,8 persen, Nvidia menguat 1,5 persen, dan Microsoft naik 1,2 persen. Produsen cip juga bangkit kembali setelah sempat turun tajam sehari sebelumnya akibat laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI berada sekitar USD20 miliar di bawah perkiraan yang diisyaratkan sebelumnya.

Perdebatan mengenai pendapatan ini memunculkan pertanyaan tentang laju belanja kecerdasan buatan (AI) dan imbal hasil yang dapat dihasilkan perusahaan dari investasi mereka, bahkan di tengah antisipasi investor terhadap kinerja kuartal ketiga yang kuat dari perusahaan-perusahaan teknologi.

"Sektor teknologi memimpin pemulihan setelah adanya laporan bahwa OpenAI diperkirakan mencapai pendapatan tahunan sebesar USD70 miliar pada akhir tahun; hal ini meredakan kekhawatiran yang menyebabkan Nasdaq mengalami hari terburuknya sejak pertengahan Agustus pada hari sebelumnya," tuturnya.

"Kenaikan hari ini sebagian besar membalikkan sentimen yang sempat mengguncang pasar 24 jam lalu, dan setelah posisi beli (long position) jangka pendek dikurangi, gambaran fundamental pasar sebenarnya tidak banyak berubah," tutur Marre.

Investor juga terus memperdebatkan prospek pendapatan OpenAI setelah laporan menyebutkan pendapatan tahunannya berada di kisaran USD50 miliar pada akhir Septembe sembari mengindikasikan bahwa pertumbuhan segmen korporat dapat mendorong angka tersebut menjadi USD70 miliar atau lebih pada bulan Desember.

(Kunthi fahmar sandy)

SHARE