MARKET NEWS

Wall Street Berakhir Melemah, Indeks Nasdaq Turun 1,2 Persen

Kunthi Fahmar Sandy 27/02/2026 06:31 WIB

Wall Street berakhir melemah pada Kamis (26/2/2026), di mana Nvidia mengalami penurunan meskipun hasil laporan kuartalan naik.

Wall Street Berakhir Melemah, Indeks Nasdaq Turun 1,2 Persen (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel -  Wall Street berakhir melemah pada Kamis (26/2/2026), di mana Nvidia mengalami penurunan meskipun hasil laporan kuartalan naik sehingga menyeret saham-saham chip lainnya.

Dilansir dari laman Investing Jumat (27/2/2026), indeks acuan S&P 500 merosot 0,4 persen menjadi 6.909,01 poin, sementara NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,2 persen menjadi 22.878,38 poin.

Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip berakhir sedikit di atas garis datar pada 49.499,51 poin.

Indeks utama naik pada sesi sebelumnya, dengan sentimen yang lebih optimis terhadap prospek AI di tengah gejolak isu seputar teknologi yang baru muncul.

Di sisi lain, Nvidia (NASDAQ:NVDA) melaporkan pendapatan dan laba yang lebih tinggi dari perkiraan untuk tiga bulan hingga akhir Januari.

“Hasil di pasar, baik Nvidia dan produsen chip lainnya atau investasi berkelanjutan dari Alphabet (NASDAQ:GOOGL) dan Meta (NASDAQ:META) semuanya menggarisbawahi persoalan yang sama di mana permintaan pabrik AI dan komputasi terus tumbuh secara eksponensial,” kata Matt Langman, SVP dan GM solusi infrastruktur di Phononic, kepada Investing.com.

"Kami menyambut baik dan merasa termotivasi oleh momentum berkelanjutan di bidang pusat data ini, dan khususnya dorongan untuk memaksimalkan kinerja, mengoptimalkan pemanfaatan energi, dan memanfaatkan potensi besar infrastruktur AI secara global," ujar Langman.

Meskipun demikian, para investor menyuarakan kekhawatiran bahwa raksasa semikonduktor tersebut tidak memberikan pengembalian yang cukup kepada pemegang saham.

Yvette Schmitter, CEO Perusahaan konsultan IT Fusion Collective mencatat bahwa Nvidia menghasilkan USD35 miliar dalam bentuk tunai selama kuartal keempat namun hanya memberikan imbal hasil 12 persen atau turun dari 52 persen pada waktu yang sama tahun lalu.

Schmitter menuturkan, hal ini terjadi bersamaan dengan klaim Nvidia bahwa chip Ampere yang terjual habis merupakan sinyal baik untuk permintaan.

Sebelumnya, saham Nvidia ditutup 5,5 persen lebih rendah sehingga menyeret raksasa chip lainnya seperti Broadcom (NASDAQ:AVGO) dan ASML (AS:ASML). "Pasar bukan hanya tentang kabar baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana hasil dibandingkan dengan ekspektasi. Nvidia masih naik lebih dari 1.400 persen dari titik terendah Oktober 2022, jadi standar untuk kejutan positif tetap tinggi," kata Keith Lerner, kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist, kepada Investing.com. 

"Sebaliknya, saham-saham perangkat lunak pulih setelah kinerja yang jauh di bawah ekspektasi, di mana ekspektasi menjadi sangat rendah. Akibatnya, sebagian dari pergerakan hari ini mencerminkan rotasi sederhana," ujar Lerner.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE