Wall Street Dibuka Beragam, Investor Cermati Data Penjualan Ritel dan Konflik Timur Tengah
Investor mencermati data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan pada Juli, setelah pada Juni tercatat kenaikan 0,2 persen.
IDXChannel - Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Jumat (14/8/2026) di mana investor tengah mencermati data penjualan ritel serta perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 21,14 poin atau 0,04 persen menjadi 53.818,85. S&P 500 naik 8,66 poin atau 0,11 persen menjadi 7.807,65, sedangkan Nasdaq Composite naik 17,78 poin atau 0,07 persen menjadi 26.822,61.
Kenaikan saham Meta Platforms (META.O) dan Alphabet (GOOGL.O) mengangkat indeks sektor jasa komunikasi S&P 500 (.SPLRCL) sebesar 0,5 persen. Namun, pergerakan beragam saham semikonduktor seperti Broadcom (AVGO.O) dan Nvidia (NVDA.O) membuat S&P 500 dan Nasdaq bergerak naik-turun di antara zona positif dan negatif.
Applied Materials (AMAT.O) turun 4 persen, meskipun perusahaan peralatan semikonduktor tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal IV di atas estimasi Wall Street.
Saham sektor energi dalam S&P 500 (.SPNY) naik 1,6 persen, sementara saham perusahaan pertambangan (.SPLRCM) dan sektor industri (.SPLRCI) masing-masing menguat sekitar 0,5 persen.
Sementara itu, penurunan saham Amgen (AMGN.O) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) membebani Dow.
Investor mencermati data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan pada Juli, setelah pada Juni tercatat kenaikan 0,2 persen, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan AS.
Data tersebut menyusul data inflasi yang relatif terkendali pada awal pekan ini, yang meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Perkembangan di Timur Tengah juga menjadi perhatian setelah lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tampak hampir terhenti menyusul serangan terhadap dua kapal lainnya. AS juga mengatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.
Saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio 1,45 banding 1 di NYSE dan 1,02 banding 1 di Nasdaq.
S&P 500 mencatat sembilan saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu saham yang mencapai level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 49 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 32 saham yang mencapai level terendah baru.
(NIA DEVIYANA)