Wall Street Dibuka Bervariasi, S&P dan Nasdaq Tertekan Saham Teknologi
Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (11/8/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq melemah tertekan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
IDXChannel - Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (11/8/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq melemah tertekan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Di sisi lain, investor juga mencermati laporan yang menyebut Amerika Serikat (AS) dan Iran hampir mencapai kesepakatan.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 221,79 poin atau 0,41 persen menjadi 54.197,77. Sementara itu, S&P 500 turun 2,27 poin atau 0,03 persen menjadi 7.750,84 dan Nasdaq Composite melemah 92,18 poin atau 0,35 persen menjadi 26.513,18.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan dalam beberapa hari terakhir terdapat sinyal yang menunjukkan kesepakatan damai sudah dekat. Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pembicaraan Iran dan Oman mengenai pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap lanjutan.
Harga minyak mentah berjangka Brent berbalik turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperumit arah kebijakan bank-bank sentral di seluruh dunia.
Di pasar saham, sektor industri dan utilitas S&P 500 menjadi penguat terbesar, membantu mengimbangi pelemahan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar dan sektor jasa komunikasi.
Sektor teknologi informasi S&P 500 bergerak antara zona penguatan dan pelemahan. Saham Nvidia naik 1,2 persen, sementara Microsoft dan Apple masing-masing turun 0,8 persen dan 1 persen.
Distributor obat Cardinal Health naik 5 persen setelah memproyeksikan laba tahun fiskal 2027 jauh di atas ekspektasi Wall Street.
Riot Platforms melonjak 9,5 persen menyusul laporan media bahwa perusahaan cloud computing tersebut mengamankan kesepakatan senilai USD9 miliar dengan Anthropic.
Saham Rocket Lab turun 3,5 persen setelah perusahaan tersebut tampaknya menunda jadwal penerbangan perdana roket Neutron.
Saham On yang tercatat di AS anjlok lebih dari 21 persen setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut membukukan penjualan di bawah estimasi.
Hims & Hers Health turun 5,5 persen setelah perusahaan telehealth tersebut mencatatkan kerugian kuartal II yang lebih besar dari perkiraan.
Perusahaan LNG Venture Global turun sekitar 5 persen setelah pendapatan kuartal II sedikit di bawah ekspektasi.
Data inflasi konsumen dan produsen yang akan dirilis dalam dua hari ke depan akan menjadi faktor penting dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Hal ini mengingat fokus The Fed terhadap mandat inflasi serta sikap Ketua The Fed Kevin Warsh yang cenderung tidak memberikan panduan terkait suku bunga.
(NIA DEVIYANA)